bisnis

Sudan cabut subsidi bahan bakar

Perekonomian Sudan terpukul pada 2011 ketika Sudan Selatan memerdekakan diri. Sebab tiga perempat dari sumber minyak Sudan menjadi milik negara muda itu.

29 Januari 2016 16:05

Menteri Keuangan Sudan Badrudin Mahmud Selasa lalu bilang pemerintah telah menghapus subsidi atas tiga produk minyak, yakni bensin dan solar, avtur, serta gas, seperti dilansir kantor berita resmi Sudan SUNA.

Langkah ini menghapus segala aturan dan memberi kesempatan kepada swasta untuk masuk di sektor itu. "Penghapusan subsidi ini tepat waktunya ketika harga minyak mentah global menukik tidak disangka," kata Mahmud saat bertemu menteri perminyakan.

Badrudin sebelumnya mengatakan dia tidak akan menghapus subsidi terhadap produk minyak pada 2016 saat mengumumkan anggarannya untuk tahun ini.

Pada September 2013, pemerintah mengurangi subsidi sehingga harga jual bahan bakar melonjak lebih dari 60 persen. Kebijakan ini memicu unjuk rasa besar-besaran dan berakhir ricuh. Lusinan orang tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan.

Perekonomian Sudan terpukul pada 2011 ketika Sudan Selatan memerdekakan diri. Sebab tiga perempat dari sumber minyak Sudan menjadi milik negara muda itu.

Infrastruktur milik Qatargas, produsen gas alam cair terbesar di dunia milik pemerintah Qatar. (Arabian Oil and Gas)

Qatar akan pasok tiga juta ton LNG per tahun ke Kuwait

Qatar merupakan produsen sekaligus eksportir gas terbesar sejagat.

Ladang gas Tamar di Israel. (LNG World News)

Israel mulai ekspor gas ke Mesir

Sesuai kesepakatan, akan memasok 60 miliar kaki kubik LNG dari Blok Leviathan dan 25 miliar kaki kubik dari ladang Tamar selama 15 tahun.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhamnad bin Zayid an-Nahyan menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di Istana Qasr al-Watan di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 12 Januari 2020. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Indonesia gandeng UEA buat bangun ibu kota baru di Kalimantan Timur

Indonesia dan UEA teken perjanjian investasi senilai Rp 312 triliun.

Pantai di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. (labuanbajotour.com)

Qatar akan bangun tiga hotel di Labuan Bajo senilai hampir Rp 7 triliun

Qatar juga mempunyai proyek investasi di kawasan ekonomi khusus Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.   





comments powered by Disqus