bisnis

Oman gandeng Iran bangun pabrik mobil

Total investasi sekitar US$ 200 juta. Pabrik ini diperkirakan mulai beroperasi tahun depan.

29 Januari 2016 23:33

OIF (Dana Investasi Oman) telah meneken nota kesepahaman dengan pabrik mobil terbesar di Iran, Iran Khodro Industrial Group, untuk mempelajari rencana membangun pabrik mobil di Oman.

Secara tradisional, Oman memiliki hubungan lebih dekat dengan Iran dibanding negara-negara Arab Teluk lainnya.

Khalid al-Yahmadi, Direktur Sumber Daya, Manufaktur, dan Logistik OIF Rabu lalu bilang kepada kantor berita Reuters, pihaknya dan Khodro sepakat membikin perusahaan patungan, Orchid International Auto, akan membangun pabrik mobil di Duqm, kota pelabuhan di selatan Oman.

Sebanyak 60 persen saham dalam perusahaan patungan itu menjadi milik OIF, 20 persen kepunyaan Khodro, dan sisanya dikuasai investor Oman Isa ar-Riyami.

Yahmadi menjelaskan pabrik mobil itu nantinya bermula sebagai tempat perakitan dan secara bertahap bakal memproduksi mobil. Tapi dia tidak menyebutkan jenis mobil akan diproduksi.

"Total investasi diperkirakan US$ 200 juta untuk seluruh tahapan," kata Yahmadi. Dia menambahkan studi kelayakan akan selesai dalam beberapa bulan dan dia berharap proses pembangunan pabrik mobil itu bisa dimulai akhir tahun ini.

Afshin Dastani, mengaku sebagai manajer di Orchid International Auto, mengatakan pembangunan pabrik mobil di Duqm akan membutuhkan waktu setahun. Dia memperkirakan pabrik akan mulai berproduksi paling lambat 2017.

Peresmian kantor Konsulat Jenderal Uni Emirat Arab (UEA) di Kota Al-Uyun, Sahara Barat, berlangsung pada Rabu, 4 November 2020. (Hes Press)

Aljazair tutup wilayah udaranya untuk semua maskapai Maroko

Perbatasan darat antara kedua negara juga sudah ditutup sejak 1994.

Aparat keamanan Libanon. (Al-Arabiya/Supplied)

Libanon terancam kehabisan pasokan listrik dalam sepekan mendatang

Kelangkaan BBM menyebabkan pemadaman listrik di seantero Libanon dapat mencapai 23 jam tiap hari. Sebagian besar rakyat mengandalkan generator pribadi mahal harganya.

Desain proyek pembangunan Taman Raja Salman berlokasi di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arab News)

Arab Saudi bangun taman kota terbesar di dunia senilai Rp 14,6 triliun

Taman Raja Salman ini akan didirikan di atas lahan seluas 13,4 kilometer persegi. Lebih besar lima kali ketimbang Taman Hyde di London dan empat kali lebih luas dibanding Taman Sentral di New York.

Konvoi truk tangki pengangkut minyak solar diimpor Hizbullah dari Iran tiba di Lembah Bekaa, 17 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Hizbullah mulai bagikan solar ke rumah-rumah sakit di Libanon

Impor 33 ribu metrik ton minyak solar oleh Hizbullah dari Iran itu tiba di Pelabuhan Baniyas, Suriah, Ahad pekan lalu.





comments powered by Disqus