bisnis

Tujuh kontrak bisnis terbesar diteken Iran dengan Eropa

Total akan membeli 200 ribu barel minyak sehari dari Iran.

30 Januari 2016 19:39

Lawatan Presiden Iran Hasan Rouhani ke Italia dan Prancis - kunjungan kenegaraan pertama sejak sanksi ekonomi atas negara Mullah itu dicabut - terbilang sukses. Para pengusaha ikut dalam rombongan Rouhani berhasil meneken kontrak bisnis senilai 40 miliar euro dengan rekanan mereka dari kedua negara itu.

Meski begitu, masih ada sejumlah ganjalan lantaran bank-bank besar Eropa masih segan menangani transaksi dengan Iran. "Karena ada begitu banyak ketidakpastian Amerika Serikat soal sanksi lapis kedua," kata Andreas Schweitzer, direktur pelaksana senior di perusahaan investasi beroperasi di Iran, Arjan Capital.

Dia bilang bank-bank lebih kecil atau atau yang tidak mencemaskan pasar Amerika bakal menjadi pihak pertama kali berbisnis dengan Iran. "Iran adalah pasar besar dengan potensi pertumbuhan," ujarnya. "Memang ada potensi besar tapi dalam perjalanannya ada beberapa hambatan tidak bisa diatasi."

Ada hal menarik selama lawatan Rouhani ke Eropa. Patung-patung bugil di Museum Capitoline di Ibu Kota Roma, menjadi lokasi pertemuan Rouhani dan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi, dibungkus.

Meski banyak menghasilkan kontrak bisnis, Rouhani tidak menerima undangan makan siang atau makan malam dari Presiden Prancis Francois Hllande. Sebab pihak Istana Elysee menolak permintaan Rouhani buat menyingkirkan minuman anggur dinilai haram dalam menu makanan.

Seorang pegiat hak asasi perempuan dari kelompok Femen juga bersandiwara dengan gantung diri setengah bugil di bawah sebuah jembatan di Ibu Kota Paris.

Berikut tujuh kontrak bisnis terbesar berhasil ditandatangani Iran dengan Eropa.

Airbus (22 miliar euro)

Ingin memperbarui armada usangnya setelah bertahun-tahun terkena sanksi, Iran Air telah memesan 118 pesawat penumpang komersial, termasuk 12 Airbus A380 merupakan pesawat terbesar di dunia.

Secara keseluruhan ada 73 pesawat berbadan jumbo dan 45 pesawat berlorong tunggal dalam daftar pesanan Iran. Negeri Persia ini mengisyaratkan mereka membutuhkan 500 pesawat baru dan mempertimbangkan membeli pesawat dari pabrikan lain, seperti Boeing.

"Perjanjian bisnis dengan Airbus salah satu kontrak asing terbesar pernah diteken sejak Republik Islam berdiri," tutur Menteri Jalan dan Pembangunan Kota Iran Abbas Akhondi di Paris setelah kontrak itu diumumkan. "Kami ingin merombak Iran Air dan membawa kembali ke pasaran sehingga dapat bersaing dengan maskapai lain di kawasan. Tentu saja kami bisa melakoni ini dalam lima hingga tujuh tahun."

CEO Airbus Fabrice Bregier mengatakan, "Lalu lintas udara terbuka bagi maskapai Iran dan Airbus bangga menyambut penerbangan komersial Iran kembali ke masyarakat penerbangan sipil internasional."

Danieli (5,7 miliar euro)

Perusahaan industri logam Italia ini sudah meneken kontrak untuk memasok mesin dan peralatan berat ke Iran.

Saipem (3,5 miliar euro)

Kontraktor minyak dan gas Italia ini telah sepakat mengubah dan meningkatkan kilang minyak di Pars Syiraz dan Tabriz.

Peugeot (400 juta euro)

Produsen mobil Prancis ini telah setuju membikin perusahaan patungan dengan pabrik mobil Khodro untuk memodernisasi sebuah pabrik mobil di dekat Ibu Kota Teheran, di mana akan menghasilkan tiga model baru Peugeot. Dua pabrikan mbil ini sejatinya sudah bekerja sama sebelum Iran terkena sanksi dan proyek itu bakal menghasilkan seratus ribu mobil setahun, dimulai akhir tahun depan.

Total

Menurut CEO Total Patrick Pouyanne, perusahaan minyak raksasa Prancis ini menandatangani kontrak dengan perusahaan minyak nasional Iran (NIOC) untuk membeli 200 ribu barel sehari (nilainya 6,6 juta euro sesuai harga saat ini).

Aeroports de Paris and Bouygues

Perusahaan Prancis ini akan membantu pembangunan terminal kedua di Bandar Udara Internasional Imam Khomeini di Ibu Kota Teheran. Akhondi bilang Bandar Udara Imam Khomeini memiliki lokasi terbaik di kawasan. "Kami akan membangun sebuah bandar udara kota dan menjadikan sebagai pusat lalu lintas udara regional serta membangun Teheran sebagai pusat keuangan internasional," katanya.

Vinci

Perusahaan konstruksi Italia ini akan membangun sebuah terminal baru di Bandar Udara Syahid Hasyimi Nejad di Masyhad, timur laut Iran.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Muhammadiyah desak Amerika cabut sanksi ekonomi terhadap Iran

Sanksi itu juga dapat berdampak terhadap negara-negara lain.

Fasilitas milik NIOC (Perusahaan Minyak Nasional Iran). (Iran Daily)

Penjualan minyak Iran ke Eropa sudah lebih dari 300 ribu barel

Total sudah teken kontrak, Eni dan Saras segera menyusul.

Kabin pesawat ATR 72-600. (airteamimages.com)

Iran Air teken kontrak beli 20 pesawat lagi

Kontrak pembelian 20 ATR 72-600 itu senilai US$ 1,089 miliar.

Gedung Bank Sentral Iran di Ibu Kota Teheran, Iran. (en.trend.az)

Aset Iran di luar negeri senilai US$ 100 miliar telah dicairkan

Sembilan bank Iran kini sudah tersambung dengan SWIFT, sistem keuangan Eropa berpusat di Belgia.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Produksi minyak Saudi kembali normal akhir bulan ini

Pangeran Abdul Aziz mengatakan produksi minyak rata-rata Saudi pada bulan ini dan bulan depan sebesar 9,89 juta barel tiap hari.

18 September 2019

TERSOHOR