bisnis

Bahrain akan hapus subsidi listrik dan air bertahap dalam empat tahun

Defisit anggaran Bahrain tahun ini diperkirakan US$ 4 miliar.

31 Januari 2016 21:05

Menteri Energi Bahrain Abdul Husain Mirza telah mengumumkan pemerintah bakal menghapus subsidi listrik dan air bertahap dalam empat tahun.

"Pemerintah ingin menerapkan harga baru (atas dua layanan itu) untuk menghindari dampak negatif terhadap konsumen dan perekonomian nasional," kata Mirza, seperti dilansir Gulf Daily News.

Bahrain telah menyetujui rencana penghapusan subsidi energi dan air sebagai bagian untuk mengatasi defisit anggaran tahun ini diperkirakan US$ 4 miliar. Negara Arab Teluk itu akhir tahun lalu sudah mencabut subsidi atas daging dan bensin.

Menteri Keuangan Bahrain Syekh Ahmad bin Muhammad al-Khalifah bilang penghapusan subsidi itu sejalan dengan rekomendasi IMF (Dana Moneter Internasional). "Rencana Aksi Pemerintah sedang berjalan, termasuk kebijakan skala luas akan memastikan kelangsungan sumber keuangan dan pembangunan Bahrain, menguntungkan negara," ujarnya lewat pernyataan tertulis dilansir kantor berita resmi Bahrain News Agency.

Fasilitas milik Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

IPO Aramco hanya akan lepas dua persen saham

Diperkirakan bisa meraup dana Rp 567,5 triliun.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Saudi paksa keluarga supertajir beli saham Aramco saat IPO

Pangeran Al-Walid bin Talal termasuk yang ditekan untuk membeli saham Aramco.

Sinagoge di Ibu Kota Manama, Bahrain, satu-satunya rumah ibadah Yahudi di negara Arab Teluk tersebut. (Al-Arabiya)

Tiga negara Arab Teluk talangi defisit Bahrain

Bahrain tahun lalu mengalami defisit US$ 5 miliar dan tahun ini diperkirakan US$ 3,5 miliar.

Ibu Kota Manama, Bahrain. (commons.wikimedia.org)

Bahrain dan Oman paling rentan di era rendahnya harga minyak global

IMF pernah memperingatkan Bahrain untuk secara signifikan mengurangi pengeluaran buat mengembalikan stabilitas anggaran dan meningkatkan kepercayaan investor.





comments powered by Disqus