bisnis

Aset Iran di luar negeri senilai US$ 100 miliar telah dicairkan

Sembilan bank Iran kini sudah tersambung dengan SWIFT, sistem keuangan Eropa berpusat di Belgia.

02 Februari 2016 04:36

Para pejabat Iran kemarin bilang negaranya kini sudah memiliki akses terhadap aset-aset mereka di luar negeri senilai lebih dari US$ 100 miliar, dibekukan selama negara Mullah itu dikenai sanksi ekonomi.

Pencairan aset Iran itu merupakan bagian dari kesepakatan nuklir dicapai Juli 2015. Sanksi atas negeri Persia ini telah dicabut awal bulan lalu.

Juru bicara pemerintah Iran Muhammad Bagir Nobakht mengatakan sebagian besar dari aset itu tersimpan di sejumlah bank di Cina, India, Jepang, Korea Selatan, dan Turki, sejak sanksi internasional terhadap Iran berlaku pada 2012.

"Aset-aset ini (berjumlah US$ 100 miliar) telah sepenuhnya dicairkan dan kami bisa menggunakan," kata Nobakht seperti dikutip situs televisi pemerintah Press TV. Dia menambahkan kebanyakan uang itu milik Bank Sentral Iran dan Dana Pembangunan Nasional. Dia mengatakan Iran tidak akan membawa pulang semua aset itu karena bisa dipakai untuk membeli barang dan belanja modal.

Pejabat Bank Sentral Iran Nasir Hakimi menjelaskan sembilan bank Iran kini sudah tersambung dengan SWIFT, sistem keuangan Eropa berpusat di Belgia, seperti dilansir kantor berita semiresmi Iran ISNA. Namun belum ada bank asing beroperasi di Iran dan mesin-mesin penarik uang (ATM) di negara itu belum terkoneksi dengan sistem global.

Kepala Kamar Dagang Iran Muhsin Jalalpur bilang para pengusaha negara itu kini bisa membuka LC (letter of credit) untuk bertransaksi dengan pebisnis dari negara lain.

Iran memperkirakan bakal terjadi terobosan ekonomi setelah sanksi dicabut, karena aset diluar negeri telah dicairkan dan mereka bebas mengekspor minyak.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Trump jatuhkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran

Amerika bakal mengirim tambahan pasukan serta peralatan sistem pertahanan udara dan peluru kendali ke Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan negara Kabah itu.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Muhammadiyah desak Amerika cabut sanksi ekonomi terhadap Iran

Sanksi itu juga dapat berdampak terhadap negara-negara lain.

Fasilitas milik NIOC (Perusahaan Minyak Nasional Iran). (Iran Daily)

Penjualan minyak Iran ke Eropa sudah lebih dari 300 ribu barel

Total sudah teken kontrak, Eni dan Saras segera menyusul.

Kabin pesawat ATR 72-600. (airteamimages.com)

Iran Air teken kontrak beli 20 pesawat lagi

Kontrak pembelian 20 ATR 72-600 itu senilai US$ 1,089 miliar.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Trump jatuhkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran

Amerika bakal mengirim tambahan pasukan serta peralatan sistem pertahanan udara dan peluru kendali ke Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan negara Kabah itu.

21 September 2019

TERSOHOR