bisnis

Takut wabah penyakit, Oman larang pembantu asal lima negara Afrika

Pemberian visa baru bagi pembantu rumah tangga dari Ethiopia, Kenya, Senegal, Guinea, dan Kamerun telah dihentikan sejak 1 Februari 2016.

02 Februari 2016 18:02

Oman telah menghentikan mengeluarkan visa bagi para pembantu rumah tangga dari Ethiopia, Kenya, Senegal, Guinea, dan Kamerun. Kebijakan ini resmi berlaku mulai kemarin.

Meski begitu, menurut pejabat senior dari Kepolisian Nasional Oman Mayor Rasyid al-Abri, proses mengurangi perekrutan para pembantu dari kelima negara itu sudah dimulai beberapa bulan lalu. "Visa baru bagi pembantu dari negara-negara itu sudah disetop sepenuhnya," katanya.

Ada dua alasan kebijakan itu dikeluarkan. "Pertama, untuk menghindari penyebaran penyakit dari negara-negara Afrika ke Oman," ujar Abri. "Kedua, kami juga menemukan para pembantu dari negara Afrika ini terlibat kejahatan tertentu. Kami perlu menghentikan praktek ini."

Namun aturan ini tidak berlaku bagi para pembantu dari kelima negara Afrika itu sudah bekerja di Oman. Mereka masih bisa memperpanjang izin kerja.

Menteri Energi Israel Karin Elharrar, Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan Uni Emirat Arab (UEA) Mariam al-Muhairi, dan Menteri Air Yordania Muhammad an-Najjar pada 22 November 2021 di Dubai, UEA, menandatangani kerjasama pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di Yordania. (Courtesy)

UEA akan bangun PLTS di Yordania dan listriknya bakal dijual ke Israel

PLTS itu akan menghasilkan 600 megawatt listrik untuk Israel dan Yordania bakal mendapat tambahan pasokan air seratus juta meter kubik.

Pusat riset dan pengembangan produk Apple di Kota Herzliya, wilayah tengah Israel. (Courtesy)

Apple gugat produsen aplikasi sadap asal Israel

Apple meminta uang kompensasi US$ 10 juta kepada NSO Group.

Bursa Saham Arab Saudi atau Tadawul, berlokasi di Ibu Kota Riyadh. (Saudi Gazette)

Saudi Tadawul Group akan jual 30 persen sahamnya dalam IPO

Saudi Tadawul Group telah menetapkan harga per lembar sahamnya 95-105 riyal.

Proyek Oxagon, kota terapung bersegi delapan ingin dibangun Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Twitter/Screengrab)

Saudi berencana bangun kota terapung bersegi delapan

"Kenapa akhirnya saya memilih menjadi dosen ketimbang menghabiskan hari-hari saya untuk merancang kota-kota fantasi bagi putera mahkta Saudi," ujar pakar Timur Tengah Christian Henderson.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

UEA akan bangun PLTS di Yordania dan listriknya bakal dijual ke Israel

PLTS itu akan menghasilkan 600 megawatt listrik untuk Israel dan Yordania bakal mendapat tambahan pasokan air seratus juta meter kubik.

26 November 2021

TERSOHOR