bisnis

Layanan telepon WhatsApp di Arab Saudi memang diblokir sejak awal

Layanan telepon ini sempat aktif sehari Sabtu pekan lalu.

10 Februari 2016 08:10

CITC (Komisi Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi) kemarin menyatakan layanan telepon WhatsApp di negara Kabah itu memang diblokir sejak awal WhatsApp beroperasi di sana.

CITC menegaskan Arab Saudi tidak menolak layanan komunikasi dan telekomunikasi, namun harus menghormati dan menaati kebijakan berlaku di negara itu. "Layanan telepon WhatsApp bisa diaktifkan oleh perusahaan itu. Namun layanan ini tidak aktif di banyak negara, termasuk sejumlah negara anggota GCC (Dewan Kerja Sama Teluk), karena tidak menaati aturan di negara-negara itu," kata CITC lewat pernyataan tertulis.

Penjelasan ini sekaligus sebagai klarifikasi atas sempat aktifnya layanan telepon WhatsApp di Arab Saudi Sabtu pekan lalu. Albalad.co pun sempat mencoba layanan itu saat menghubungi Sunarko, Kuasa Usaha KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Ibu Kota Riyadh. Namun besoknya layanan itu tidak aktif lagi.

Muncul dugaan pemblokiran layanan telepon WhatsApp ini buat melindungi operator telekomunikasi lokal. Padahal tarif telepon di negeri Dua Kota Suci itu termasuk paling mahal di dunia.

WhatsApp sebelumnya bilang layanan telepon memang tidak tersedia di banyak negara karena dilarang aturan setempat. "Jika Anda berada di negara-negara ini, Anda tidak akan bisa menelepon atau menerima telepon."

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman. (Saudi Gazette)

Produksi 5,7 juta barel minyak Saudi dihentikan setelah dua fasilitas Aramco diserang

Serbuan pesawat nirawak itu juga menghentikan produksi dua miliar kaki kubik gas per hari.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco siap laksanakan IPO dalam dua tahap

IPO Aramco tahap pertama di Tadawul akan dilakukan tahun ini.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

IMF sarankan Arab Saudi naikkan VAT jadi 10 persen

IMF memperkirakan defisit anggaran Saudi tahun ini bakal meningkat menjadi 6,5 persen dari produk domestik bruto dari 5,9 persen tahun lalu.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman. (Saudi Gazette)

Raja Salman tunjuk anaknya jadi menteri energi

Tiga anak Raja Salman sudah masuk kabinet.





comments powered by Disqus