bisnis

Arab Saudi bantah blokir layanan telepon WhatsApp

Sejumlah perusahaan telekomunikasi di negara Kabah itu rugi kalau telepon WhatsApp aktif.

11 Februari 2016 20:59

CITC (Komisi Komunikasi dan Teknologi Informasi), regulator komunikasi di Arab Saudi, Selasa lalu membantah memblokir layanan telepon WhatsApp di negara Kabah itu. Dia bilang pemblokiran dilakukan oleh WhatsApp sendiri.

CITC bilang sangat ingin memberikan layanan telepon WhatsApp kepada masyarakat asal perusahaan itu mematuhi aturan dan kebijakan berlaku di Arab Saudi, seperti dilansir kantor berita resmi Saudi Press Agency.

Layanan telepon WhatsApp di Arab Saudi sempat aktif Sabtu pekan lalu, namun besoknya langsung tidak bisa lagi digunakan. Albalad.co sempat mencoba layanan ini saat aktif ketika menghubungi Sunarko, Kuasa Usaha KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Ibu Kota Riyadh.

Layanan telepon WhatsApp diblokir di Arab Saudi sejak Maret tahun lalu setelah diprotes sejumlah perusahaan telekomunikasi beroperasi di sana. Mereka beralasan layanan telepon WhatsApp telah merugikan mereka.

WhatsApp sebelumnya bilang layanan telepon memang tidak tersedia di banyak negara karena dilarang aturan setempat. "Jika Anda berada di negara-negara ini, Anda tidak akan bisa menelepon atau menerima telepon."

Pendiri sekaligus Chairman Al-Habtoor Group, Khalaf Ahmad al-Habtur. (habtoor.com)

Konglomerat Dubai desak UEA cabut blokir atas telepon WhatsApp

Warga UEA selama ini hanya bisa memakai pesan WhatsApp. Sedangkan untul layanan telepon suara dan video melalui aplikasi Botim dan C'Me, disediakan oleh operator Etisalat serta du.

Logo WhatsApp. (Arab News)

Layanan telepon WhatsApp di Arab Saudi memang diblokir sejak awal

Layanan telepon ini sempat aktif sehari Sabtu pekan lalu.

Suasana di sebuah pusat belanja di Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi akan wajibkan toko tutup jam sembilan malam

Sektor swasta juga akan dapat libur dua hari sepekan.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (diverse bristol productions)

Standar gaji di Arab Saudi tertinggi kedua di Timur Tengah

Gaji minimum terbesar di kawasan itu adalah di Bahrain, yakni US$ 800 atau kini setara Rp 11,8 juta sebulan.





comments powered by Disqus