bisnis

Dubai kota paling diminati pembeli properti asal Rusia

Pembeli properti di Dubai asal Rusia terbesar keenam dalam kategori orang asing di luar warga negara-negara Arab.

11 Februari 2016 21:59

Dubai menjadi kota paling diminati para pembeli properti asal Rusia karena harga per meter perseginya lebih murah ketimbang kota-kota di Amerika Serikat dan Eropa.

Data dikumpulkan Tranio, agen real estat dari Rusia, menunjukkan harga rata-rata per meter persegi di Dubai adalah US$ 4.422. Dibanding dengan di New York (US$ 19.177), Los Angeles (US$ 26.681), dan Berlin (US$ 11.167).

Faktor lainnya menarik minat para investor Rusia adalah stok properti mewah di Dubai lebih banyak di banding kota-kota lain, pajak rendah, dan cuaca hangat sepanjang tahun.

Para pembeli dari Rusia ini juga mempertimbangkan soal pendidikan bagus, infrastruktur kesehatan dan transportasi, ragam properti untuk berbagai tingkatan harga, dan ketersediaan sekolah bereputasi internasional. Dubai memenuhi semua syarat ini.

Setelah Dubai, kota lain diminati investor properti asal negara Beruang Merah itu, menurut daftar Tranio, adalah New York, disusul Barcelona, Miami, London, Los Angeles, Praha, Burgas, Paris, dan Berlin.

"Dari hasil riset oleh Tranio, Dubai merupakan satu dari sepuluh kota termurah diminati para pembeli Rusia," kata Yulia Kozhevnikov, ahli riset real estat Tranio, kepada Arabian Business.

Statistik dari Departemen Pertanahan Dubai bulan lalu memperlihatkan pembeli properti di Dubai asal Rusia terbesar keenam dalam kategori orang asing di luar warga negara-negara Arab.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Trump jatuhkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran

Amerika bakal mengirim tambahan pasukan serta peralatan sistem pertahanan udara dan peluru kendali ke Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan negara Kabah itu.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman didampingi Chairman Saudi Aramco yasir ar-Rumayyan dan CEO Aramco Amin Nasir dalam jupa pers di Kota Jeddah, 17 September 2019. (Saudi Gazette)

Produksi minyak Saudi kembali normal akhir bulan ini

Pangeran Abdul Aziz mengatakan produksi minyak rata-rata Saudi pada bulan ini dan bulan depan sebesar 9,89 juta barel tiap hari.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman. (Saudi Gazette)

Produksi 5,7 juta barel minyak Saudi dihentikan setelah dua fasilitas Aramco diserang

Serbuan pesawat nirawak itu juga menghentikan produksi dua miliar kaki kubik gas per hari.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco siap laksanakan IPO dalam dua tahap

IPO Aramco tahap pertama di Tadawul akan dilakukan tahun ini.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Trump jatuhkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran

Amerika bakal mengirim tambahan pasukan serta peralatan sistem pertahanan udara dan peluru kendali ke Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan negara Kabah itu.

21 September 2019

TERSOHOR