bisnis

Harga minyak bisa US$ 50 sebarel pertengahan 2017

Rasyidi memperkirakan harga minyak mentah global dapat mencapai kisaran US$ 60-80 per barel tiga tahun lagi.

14 Februari 2016 13:22

Pejabat eksekutif KPI (Kuwait Petroleum International) Bakhit ar-Rasyidi kemarin memperkirakan harga minyak mentah global bisa mencapai US$ 50 sebarel paling lambat pertengahan tahun depan.

KPI merupakan anak usaha dari Kuwait Petroleum Corporation dan dikenal dengan merek dagang Q8. Perusahaan dibentuk pada 1986 ini bergerak di bidang pengilangan dan pemasaran bahan bakar, oli, dan produk minyak lainnya di Eropa.

"Pasar minyak global tengah melalui sebuah koreksi dan kita sudah mencapai batas bawah," kata Rasyidi dalam acara KPI di Ibu Kota London, Inggris, seperti dikutip kantor berita resmi Kuwait News Agency.

Rasyidi bilang melorotnya harga minyak mentah dunia lantaran kelebihan pasokan dan menurunnya permintaan dari Asia, terutama Cina. Harga emas hitam merosot hingga 60 persen menjadi di bawah US$ 30 per barel dimulai pertengahan 2014.

Dia belum yakin harga minyak mentah dapat kembali ke US$ 100 tiap barel. "Kita bisa mencapai kisaran US$ 60 hingga US$ 80 tapi butuh tiga tahun," ujarnya.

Pesawat Boeing 787 milik Qatar Airways mendarat di Windhoek, Namibia. (Twitter/@qatarairways)

Qatar Airways tetap beroperasi

Walau krisis, Qatar Airways tidak memecat karyawannya.

Pesawat Emirates Airline. (Arabian Business)

Emirates hentikan semua penerbangan penumpang mulai 25 Maret

Tidak ada pemecatan karyawan, hanya gaji pokok dipotong untuk tiga bulan ke depan.

Paspor Irak. (Twitter)

Irak akan hentikan penerbangan dari dan menuju Baghdad

Saat ini terdapat 110 penderita Covid-19 dan sepuluh orang meninggal akibat terinfeksi virus itu. 

Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Jeddah Airport)

Arab Saudi hentikan penerbangan internasional dua pekan

Bagi penduduk Saudi tidak bisa pulang selama penghentian berlangsung dianggap sedang liburan resmi.





comments powered by Disqus