bisnis

Iran targetkan gaet investasi asing US$ 45 miliar

"Kami tidak akan menyambut segala proposal (investasi) tidak bertujuan mentransfer teknologi dan modal (ke Iran) atau tidak meningkatkan produksi serta ekspor," ujar Tayibnia.

21 Februari 2016 00:21

Iran menargetkan investasi asing masuk sebesar US$ 45 miliar setelah sanksi ekonomi atas negara Mullah ini dicabut bulan lalu.

Menteri Ekonomi Iran Ali Tayibnia kemarin bilang kepada wartawan, tahun depan saja, versi kalender Iran dimulai 20 Maret, negaranya berusaha menggaet investasi asing langsung senilai US$ 15 miliar.

Iran berharap bisa mengembangkan perekonomian negaranya setelah pencabutan sanksi, sebab negeri Persia ini dibolehkan menguasai lagi aset mereka di luar negeri dan bebas menjual minyak mentahnya.

Teheran sudah memperoleh kembali akses terhadap asetnya dibekukan di luar negeri lebih dari US$ 100 miliar. Bank-bank di Iran awal bulan ini juga sudah tersambung lagi dengan SWIFT, sistem transaksi keuangan Eropa berpusat di Belgia.

Tayibnia menjelaskan lokasi strategis, stabilitas politik, dan 80 juta penduduk membuat Iran menarik buat pemodal asing. "Semua faktor ini menjadikan Iran memiliki kapasitas buat menggaet lebih dari US$ 45 miliar modal dari luar negeri tahun depan, dengan sekitar US$ 15 miliar dalam bentuk investasi asing langsung," katanya.

Dia menambahkan negaranya awal bulan ini meneken perjanjian investasi dengan Jepang sebesar US$ 10 miliar.

Iran saat ini berupaya mengurangi ketergantungan devisa dari minyak. Negara Mullah itu mulai bergerak ke arah perekonomian mengandalkan pajak, wisata, pertanian, dan sumber-sumber pendapatan negara lainnya.

Tayibnia menegaskan Iran hanya menerima investasi asing bisa memperkuat perekonomian negaranya. "Kami tidak akan menyambut segala proposal (investasi) tidak bertujuan mentransfer teknologi dan modal (ke Iran) atau tidak meningkatkan produksi serta ekspor," ujarnya.

Infrastruktur milik Qatargas, produsen gas alam cair terbesar di dunia milik pemerintah Qatar. (Arabian Oil and Gas)

Qatar akan pasok tiga juta ton LNG per tahun ke Kuwait

Qatar merupakan produsen sekaligus eksportir gas terbesar sejagat.

Ladang gas Tamar di Israel. (LNG World News)

Israel mulai ekspor gas ke Mesir

Sesuai kesepakatan, akan memasok 60 miliar kaki kubik LNG dari Blok Leviathan dan 25 miliar kaki kubik dari ladang Tamar selama 15 tahun.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhamnad bin Zayid an-Nahyan menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di Istana Qasr al-Watan di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 12 Januari 2020. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Indonesia gandeng UEA buat bangun ibu kota baru di Kalimantan Timur

Indonesia dan UEA teken perjanjian investasi senilai Rp 312 triliun.

Pantai di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. (labuanbajotour.com)

Qatar akan bangun tiga hotel di Labuan Bajo senilai hampir Rp 7 triliun

Qatar juga mempunyai proyek investasi di kawasan ekonomi khusus Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.   





comments powered by Disqus