bisnis

Keluarga Kerajaan Saudi investasi US$ 26 juta di perusahaan penyewaan jet pribadi

JetSmarter akan menawarkan penerbangan jarak dekat di Eropa, termasuk rute London-Paris dan Paris-Jenewa mulai April tahun ini.

23 Februari 2016 09:55

Keluarga Kerajaan Arab Saudi dikabarkan telah mengglontorkan fulus US$ 26 juta untuk berinvestasi di JetSmarter, perusahaan penyewaan jet pribadi lewat aplikasi telepon seluler.

Sergey Petrossov, pendiri JetSmarter, bilang dana dari keluarga kerajaan negara Kabah itu akan dipakai buat memperluas operasi di Timur Tengah, Asia, dan Eropa. Dia menambahkan banyak pesawat pribadi jarang dipakai sehingga ada peluang menyewakan kepada penumpang kelas bisnis atau maskapai dengan harga lebih murah.

Bloomberg melaporkan JetSmarter akan menawarkan penerbangan jarak dekat di Eropa, termasuk rute London-Paris dan Paris-Jenewa mulai April tahun ini. Di Desember tahun lalu, perusahaan ini membuka layanan penyewaan jet pribadi di Arab Saudi dan Dubai, Uni Emirat Arab. JetSmarter juga berencana membuka layanan di Hong Kong April mendatang dan Moskow awal tahun depan.

JetSmarter memiliki 3.100 jet terhubung dengan sistem mirip taksi Uber itu. Aplikasi ini diunduh 350 ribu kali dan mengangkut sekitar 35 ribu penumpang tahun lalu. Keanggotaan JetSmarter naik 135 persen tiga bulan lalu.

"Kami memimpin sebuah revolusi dalam penerbangan pribadi, menciptakan teknologi merek baru dan menyediakan hanya tingkat kemewahan, layanan, dan keamanan tertinggi," kata Petrossov, seperti dilansir PR Newswire.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpose bareng anjing peliharaan keluarganya, Kaiya, di kediaman resminya di Yerusalem. (@netanyahu/Twitter)

Netanyahu luncurkan bantuan uang tunai bagi warga terdampak Covid-19

Warga Israel bekerja serabutan akan menerima bantuan fulus hingga Rp 31,2 juta.

Ibu Kota Manama, Bahrain. (George Mathew/Flickr)

Bahrain tanggung 50 persen gaji semua warganya bekerja di perusahaan swasta

Bahrain juga menggratiskan tarif listrik dan air bagi warganya. Kebijakan ini sudah berlangsung sejak April lalu.

Deretan pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (@emirates/Twitter)

Jumlah karyawan Emirates dipecat bisa bertambah menjadi sembilan ribu orang

Maskapai asal Dubai ini sudah memberhentikan enam ribu staf sejak muncul pandemi Covid-19 Maret lalu.

Pompa bensin di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Harga bensin di Arab Saudi naik lagi

Pada April dan Mei lalu harga bensin di negara Kabah itu melorot. 





comments powered by Disqus