bisnis

OPEC dan non-OPEC diminta kurangi produksi 2,5 juta barel buat stabilkan harga

Abdullah al-Attiyah menilai kelebihan pasokan saat ini seperti kanker. Kalau tidak dihilangkan, bisa tidak terkendali.

26 Februari 2016 13:03

Buat menstabilkan harga pasar, mantan Menteri Perminyakan Qatar Abdullah al-Attiyah menyarankan negara-negara produsen di OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) dan non-OPEC mengurangi produksi 2,5 juta barel sehari. Dia bilang langkah itu perlu diambil untuk menghindari tidak terkendalinya kelebihan pasokan minyak global.

Attiyah, berpengaruh di OPEC selama menjabat menteri perminyakan selama 1992-2011, menilai kesepakatan dicapai pekan lalu di Ibu Kota Doha, Qatar, oleh Arab Saudi dan Rusia untuk menetapkan produksi minyak di level Januari tahun ini tidak cukup untuk menstabilkan pasar, sebab kelebihan suplai terus bertambah.

"Kurangi produksi 2,5 juta barel dan pasar bakal seimbang dalam beberapa tahun saja," kata Attiyah dalam sebuah wawancara Senin lalu. Dia menegaskan untuk menstabilkan harga minyak dunia, produsen perlu berkorban.

Harga minyak mentah dunia mulai melorot sejak pertengahan 2014 dan kini kisarannya di US$ 30 per barel. Bahkan awal tahun ini pernah di bawah US$ 30, terendah dalam satu dekade terakhir. Sebelum itu, harga minyak mencapai puncak, yakni di atas US$ 100 sebarel.

Attiyah menjelaskan kelebihan pasokan saat ini naik dari 1,7 juta barel menjadi tiga juta barel tiap hari. "Saya sangat mencemaskan soal kebanjiran suplai. Hal itu seperti kanker," ujarnya. "Jika Anda tidak segera menghilangkan, ia akan menyebar."

Dia menambahkan perlu ada rasa saling percaya antara produsen di OPEC dan non-OPEC untuk sama-sama mengurangi produksi minyak. "OPEC tidak bakal pernah melakoni itu sendirian."

Menteri Energi Uni Emirat Arab Suhail al-Mazrui. (YouTube)

UEA tolak perpanjangan kesepakatan pengurangan produksi minyak OPEC+ hingga akhir 2022

OPEC+ menghadapi dua pilihan: menyerah kepada tuntutan UEA atau gagal memperpanjang kesepakatan sampai Desember 2022 sehingga bisa memicu harga minyak mentah dunia melonjak drastis.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi akan kurangi lagi produksi minyaknya satu juta barel mulai bulan depan

Mulai bulan depan, produksi minyak Saudi menjadi 7,492 juta barel per hari, jauh di bawah kapasitas produksi lebih dari 12 juta barel saban hari.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Sepuluh negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia

OPEC memproduksi 41 persen dari total produksi minyak dunia. Pada 2018, 13 negara anggota OPEC mengekspor 25 juta barel minyak sehari atau 54 persen dari total ekspor minyak dunia sebesar 46 juta barel per hari.

Kilang milik Saudi Aramco, perusahaan minyak terbesar di dunia kepunyaan Arab Saudi. (saudiaramco.com)

OPEC dan non-OPEC sepakat kurangi produksi minyak 10 juta barel sehari pada Mei dan Juni

Arab Saudi tadinya berencana memproduksi 12,6 juta barel minyak per hari mulai 1 April.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

UEA akan bangun PLTS di Yordania dan listriknya bakal dijual ke Israel

PLTS itu akan menghasilkan 600 megawatt listrik untuk Israel dan Yordania bakal mendapat tambahan pasokan air seratus juta meter kubik.

26 November 2021

TERSOHOR