bisnis

Perusahaan listrik Arab Saudi tahun ini akan dibelah empat

Saham-saham dari keempat perusahaan baru itu bakal ditawarkan kepada kepada warga Arab Saudi lewat bursa atau kepada perusahaan mitra lokal atau internasional.

26 Februari 2016 14:03

Perusahaan listrik milik negara Arab Saudi, Saudi Electricity Company (SEC), akan dipecah empat tahun ini buat meningkatkan efisiensi.

"Paling lambat akhir 2016, kita akan melihat terbentuknya empat perusahaan listrik, dibangun dari aset-aset milik SEC," kata Abdullah asy-Syahri, Gubernur the Electricity & Co-Generation Regulatory Authority, kemarin.

Dia bilang proses pembentukan empat perusahaan listrik baru itu akan terbuka untuk persaingan. Saham-saham dari keempat perusahaan baru itu bakal ditawarkan kepada kepada warga Arab Saudi lewat bursa atau kepada perusahaan mitra lokal atau internasional.

Sejak harga minyak mentah global melorot, negara Kabah itu mulai melakukan reformasi ekonomi, termasuk privatisasi BUMN (Badan Usaha Milik Negara).

Abdullah menjelaskan keputusan buat memecah SEC dibuat oleh sebuah komite kementerian bertugas mengelola privatisasi. "Ketika perusahaan-perusahaan ini hadir dan aturan buat sektor swasta sudah siap, akan ada pendapatan dalam jumlah sangat besar bagi negara dan peningkatan layanan," ujarnya kepada Al-Arabiya.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco sepakati penjualan saham perusahaan jaringan pipa minyaknya senilai Rp 179,7 triliun dengan konsorsium EIG

Menurut EIG, kontrak ini memiliki total nilai ekuitas sekitar US$ 25,3 miliar.

Ekspatriat di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Izin industri di Arab Saudi akan berjangka waktu lima tahun

Kebijakan ini dibuat untuk memastikan stabilitas dan keberlangsung sektor industri di negara Kabah itu.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Butuh fulus buat bayar dividen, Aramco terbitkan sukuk dolar senilai Rp 86,9 triliun

Aramco menjanjikan dividen US$ 75 miliar setahun kepada para investor setelah melakukan IPO sebanyak 1,5 persen pada Desember 2019.





comments powered by Disqus