bisnis

Perusahaan listrik Arab Saudi tahun ini akan dibelah empat

Saham-saham dari keempat perusahaan baru itu bakal ditawarkan kepada kepada warga Arab Saudi lewat bursa atau kepada perusahaan mitra lokal atau internasional.

26 Februari 2016 21:03

Perusahaan listrik milik negara Arab Saudi, Saudi Electricity Company (SEC), akan dipecah empat tahun ini buat meningkatkan efisiensi.

"Paling lambat akhir 2016, kita akan melihat terbentuknya empat perusahaan listrik, dibangun dari aset-aset milik SEC," kata Abdullah asy-Syahri, Gubernur the Electricity & Co-Generation Regulatory Authority, kemarin.

Dia bilang proses pembentukan empat perusahaan listrik baru itu akan terbuka untuk persaingan. Saham-saham dari keempat perusahaan baru itu bakal ditawarkan kepada kepada warga Arab Saudi lewat bursa atau kepada perusahaan mitra lokal atau internasional.

Sejak harga minyak mentah global melorot, negara Kabah itu mulai melakukan reformasi ekonomi, termasuk privatisasi BUMN (Badan Usaha Milik Negara).

Abdullah menjelaskan keputusan buat memecah SEC dibuat oleh sebuah komite kementerian bertugas mengelola privatisasi. "Ketika perusahaan-perusahaan ini hadir dan aturan buat sektor swasta sudah siap, akan ada pendapatan dalam jumlah sangat besar bagi negara dan peningkatan layanan," ujarnya kepada Al-Arabiya.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Harga sahamnya terus meroket, valuasi Aramco sempat tembus US$ 2 triliun

Aramco menjanjikan pembagian dividen untuk para investor paling sedikit US$ 75 miliar per tahun hingga 2024.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Saham Aramco mulai diperdagangkan di Bursa Saudi

Harga saham perusahaan minyak dan gas Saudi itu tadinya 32 riyal per lembar naik menjadi 35,2 riyal hanya dalam beberapa detik setelah mulai diperdagangkan di Tadawul

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 699 triliun pada 2020

"Privatisasi adalah prioritas utama pemerintah," ujar Muhammad al-Jadaan.

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Banjir peminat, nilai tawaran atas saham Aramco sudah capai angka Rp 624 triliun

IPO Aramco akan dilakukan pada 11 Desember di Bursa Saham Saudi (Tadawul).





comments powered by Disqus