bisnis

Perusahaan listrik Arab Saudi tahun ini akan dibelah empat

Saham-saham dari keempat perusahaan baru itu bakal ditawarkan kepada kepada warga Arab Saudi lewat bursa atau kepada perusahaan mitra lokal atau internasional.

26 Februari 2016 14:03

Perusahaan listrik milik negara Arab Saudi, Saudi Electricity Company (SEC), akan dipecah empat tahun ini buat meningkatkan efisiensi.

"Paling lambat akhir 2016, kita akan melihat terbentuknya empat perusahaan listrik, dibangun dari aset-aset milik SEC," kata Abdullah asy-Syahri, Gubernur the Electricity & Co-Generation Regulatory Authority, kemarin.

Dia bilang proses pembentukan empat perusahaan listrik baru itu akan terbuka untuk persaingan. Saham-saham dari keempat perusahaan baru itu bakal ditawarkan kepada kepada warga Arab Saudi lewat bursa atau kepada perusahaan mitra lokal atau internasional.

Sejak harga minyak mentah global melorot, negara Kabah itu mulai melakukan reformasi ekonomi, termasuk privatisasi BUMN (Badan Usaha Milik Negara).

Abdullah menjelaskan keputusan buat memecah SEC dibuat oleh sebuah komite kementerian bertugas mengelola privatisasi. "Ketika perusahaan-perusahaan ini hadir dan aturan buat sektor swasta sudah siap, akan ada pendapatan dalam jumlah sangat besar bagi negara dan peningkatan layanan," ujarnya kepada Al-Arabiya.

Menteri Energi Israel Karin Elharrar, Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan Uni Emirat Arab (UEA) Mariam al-Muhairi, dan Menteri Air Yordania Muhammad an-Najjar pada 22 November 2021 di Dubai, UEA, menandatangani kerjasama pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di Yordania. (Courtesy)

UEA akan bangun PLTS di Yordania dan listriknya bakal dijual ke Israel

PLTS itu akan menghasilkan 600 megawatt listrik untuk Israel dan Yordania bakal mendapat tambahan pasokan air seratus juta meter kubik.

Pusat riset dan pengembangan produk Apple di Kota Herzliya, wilayah tengah Israel. (Courtesy)

Apple gugat produsen aplikasi sadap asal Israel

Apple meminta uang kompensasi US$ 10 juta kepada NSO Group.

Bursa Saham Arab Saudi atau Tadawul, berlokasi di Ibu Kota Riyadh. (Saudi Gazette)

Saudi Tadawul Group akan jual 30 persen sahamnya dalam IPO

Saudi Tadawul Group telah menetapkan harga per lembar sahamnya 95-105 riyal.

Proyek Oxagon, kota terapung bersegi delapan ingin dibangun Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Twitter/Screengrab)

Saudi berencana bangun kota terapung bersegi delapan

"Kenapa akhirnya saya memilih menjadi dosen ketimbang menghabiskan hari-hari saya untuk merancang kota-kota fantasi bagi putera mahkta Saudi," ujar pakar Timur Tengah Christian Henderson.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

UEA akan bangun PLTS di Yordania dan listriknya bakal dijual ke Israel

PLTS itu akan menghasilkan 600 megawatt listrik untuk Israel dan Yordania bakal mendapat tambahan pasokan air seratus juta meter kubik.

26 November 2021

TERSOHOR