bisnis

Masalah telat gaji karyawan Binladin Group telah diselesaikan

Salah satu pilihan, pekerja dibolehkan tinggal di rumah hingga perusahaan membayar tunggakan gaji mereka.

27 Februari 2016 20:34

Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi telah mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan keterlambatan gaji karyawan Saudi Binladin Group. Masalah ini telah memicu lebih dari seribu pekerja perusahaan konstruksi terbesar di negara Kabah itu berunjuk rasa.

Keputusan itu dicapai dalam pertemuan antara Kementerian Tenaga Kerja, Binladin Group, dan polisi di Kota Makkah baru-baru ini, seperti dilansir media setempat kemarin.

Sekitar dua ribu insinyur, staf manajemen, dan pekerja Binladin Group dilaporkan sudah empat bulan tidak menerima gaji. Frustasi karena pembayaran gaji mereka ditunda, lebih dari seribu karyawan berdemonstrasi di luar kantor pusat Binladin Group di Kota Jeddah.

Sejumlah sumber mengungkapkan sesuai perjanjian, pekerja dibolehkan tinggal di rumah hingga perusahaan membayar tunggakan gaji mereka. Pilihan kedua adalah mengizinkan siapa saja ingin berhenti bisa mengurus hak-haknya. Opsi ketiga yaitu pekerja dan staf dapat memperoleh sponsor buat pindah kerja.

Fasilitas milik Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

IPO Aramco hanya akan lepas dua persen saham

Diperkirakan bisa meraup dana Rp 567,5 triliun.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Saudi paksa keluarga supertajir beli saham Aramco saat IPO

Pangeran Al-Walid bin Talal termasuk yang ditekan untuk membeli saham Aramco.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir (tengah dan berkemeja batik biru) berpose bareng Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik usai pertemuan di Jakarta, 7 Juli 2017. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi rugi Rp 28 triliun karena Aramco diserang

Insiden itu mengakibatkan produksi minyak 5,7 juta barel sehari terhenti. An

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco secara resmi umumkan rencana IPO bulan depan

Sejumlah sumber memperkirakan pengumuman itu keluar pada 20 Oktober.





comments powered by Disqus