bisnis

Kuwait berencana potong anggaran belanja 25 persen

Pemerintah berharap bisa menghemat anggaran sampai US$ 4 miliar lewat pengurangan subsidi dan menaikkan harga bensin serta listrik.

01 Maret 2016 15:28

Pemerintah Kuwait berencana memotong anggaran belanja negara hingga 25 persen buat mengatasi defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global, seperti dilansir the Kuwait Times.

Rencana itu dibahas dalam rapat antara pemerintah dengan Komite Keuangan dan Ekonomi Majelis Nasional (parlemen) awal pekan ini. Namun kedua pihak belum mencapai keputusan final.

Ketua Komite Keuangan dan Ekonomi Majelis Nasional Faisal asy-Syaya bilang pemerintah berharap bisa menghemat anggaran sampai US$ 4 miliar lewat pengurangan subsidi dan menaikkan harga bensin serta listrik. Dia menambahkan warga negara Kuwait akan dikecualikan dari kenaikan itu, tapi isu ini akan dibahas dalam rapat lanjutan Kamis pekan ini.

Dia menjelaskan menurut rencana warga Kuwait memiliki surat izin mengemudi akan dikasih kupon bensin 220 liter sebulan.

Pemerintah Kuwait mengatakan pemborosan listrik di negara itu diperkirakan 30 persen.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Kuwait perintahkan semua lembaga pemerintah kurangi belanja setidaknya 10 persen

Kuwait mengalami defisit 10,8 miliar dinar (kini setara Rp 511,5 triliun untuk tahun anggaran 2020-2021 berakhir 31 Maret lalu.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Kuwait alami defisit Rp 518 triliun

Kuwait proyeksikan defisit melonjak menjadi Rp 581,2 triliun buat tahun anggaran 2021-2022.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (emirates.com)

Kuwait defisit Rp 154 triliun

Pengeluaran untuk gaji pegawai negeri dan subsidi meliputi 75 persen dari total anggaran belanja negara.

Bank Sentral Kuwait. (Arabian Business)

Kuwait sahkan APBN dengan proyeksi defisit Rp 310 triliun

Cadangan devisa Kuwait saat ini berjumlah Rp 8.450 triliun.





comments powered by Disqus