bisnis

Arab supertajir di Timur Tengah bakal tumbuh 54 persen di 2025

Akan ada 13.763 Arab supertajir pada 2025.

04 Maret 2016 04:52

Kaum Arab supertajir - berharta paling sedikit US$ 30 juta - di Timur Tengah diperkirakan tumbuh hingga 54 persen pada 2025.

Menggunakan data dari New World Wealth, Wealth Report keluaran the Knight Frank, perusahaan konsultasi properti permukiman dan perdagangan berkantor pusat di London, menunjukkan kenaikan 89 persen kaum Arab supertajir pada dekade sebelumnya, dari 4.712 orang di 2005 menjadi 8.910 tahun lalu.

Laporan itu menyebutkan angka ini bakal bertambah menjadi 13.763 Arab supertajir pada 2025. Sedangkan di tingkat global akan ada 263.483 kaum superkaya.

Menurut Grainne Gilmore, kepala penelitian di the Knight Frank, berdasarkan data dikumpulkan di 34 dari 91 negara tahun lalu, memang terjadi peningkatan kaum supertajir.

Andrew Amoils, kepala riset di New World Wealth, menambahkan 2015 merupakan tahun buruk bagi kaum supertajir di seluruh dunia. Ini terutama disebabkan oleh merosotnya pasar ekuitas dalam bentuk dolar. Pembentukan formasi bisnis baru juga melambat, khususnya di Eropa dan Amerika Latin.

"Buruknya perekonomian Afrika tahun lalu mencerminkan penurunan harga komoditas dan hilangnya kepercayaan bisnis di pasar-pasar besar Afrika, seperti Afrika Selatan, Nigeria, dan Mesir," katanya.

Emir Dubai sekaligus Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum pada Selasa, 3 November 2020, disuntik vaksin Covid-19 bikinan Sinopharm, perusahaan farmasi asal Cina. (Twitter)

Kaum ningrat Arab nikmati manfaat sistem furlough di Inggris

Desember tahun lalu saja, terdapat lebih 750 ribu perusahaan di Inggris mengambil sistem furlough, diperkirakan bisa menghabiskan anggaran sekitar Rp 1.315,3 triliun sampai berakhir September mendatang.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Saudi paksa para konglomerat berinvestasi di Aramco

Aramco akan melepas hingga tiga miliar lembar saham (1,5 persen dari total saham) dan diperkirakan dapat meraup dana segar US$ 25,9 miliar. 

Gambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di Ibu Kota Doha, Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jumlah Arab supertajir akan naik menjadi 500 orang pada 2022

Khusus di Arab Saudi, populasi Arab supertajir diperkirakan melonjak 17 persen menjadi 140 orang pada 2022.

Maan as-Sania, konglomerat Arab Saudi merupakan pemilik Saad Group. (Gulf Business)

Properti dan mobil milik konglomerat Arab Saudi dilelang karena tidak mampu lunasi utang

Saad Group milik Maan as-Sania diperkirakan memiliki utang sebesar Rp 146-219 triliun.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

UEA akan bangun PLTS di Yordania dan listriknya bakal dijual ke Israel

PLTS itu akan menghasilkan 600 megawatt listrik untuk Israel dan Yordania bakal mendapat tambahan pasokan air seratus juta meter kubik.

26 November 2021

TERSOHOR