bisnis

Aliansi Saudi-UEA berencana bangun kota industri senilai US$ 3 miliar di Suez

Di sana bakal dibangun 120 pabrik menghasilkan beragam produk, termasuk makanan dan mobil.

05 Maret 2016 04:56

Aliansi Arab Saudi-Uni Emirat Arab (UEA) melibatkan sekelompok perusahaan telah mengajukan permintaan kepada Komisi Ekonomi Terusan Suez buat memperoleh lahan 464.515 meter persegi, untuk dijadikan kota industri senilai US$ 3 miliar.

Perwakilan aliansi, Ahmad Sabri, bilang kota industri itu bakal memiliki 120 pabrik buat menghasilkan beragam produk, termasuk makanan dan mobil. Juga akan ada sebuah kota bisnis dan areal gudang. Dia menjelaskan aliansi Saudi-UEA ini juga bakal menggelontorkan US$ 3 juta untuk membangun infrastruktur pendukung.

Menurut Mayor Jenderal Abdul Qadir Darwisy, Wakil Kepala Komisi Ekonomi Kanal Suez, perencanaan pembangunan di kawasan Suez bakal selesai dibikin sebelum Juli tahun ini. Komisi itu akan mempunyai wewenang buat menyiapkan proyek-proyek bisa menciptakan lapangan kerja bagi rakyat Mesir.

Komisi Ekonomi Suez berhak pula melansir aturan buat melindungi hak-hak investor dan negara. Komisi ini tengah menyiapkan sejumlah insentif investasi dan menyelesaikan beberapa persoalan terkait.

Kapal kargo MV Ever Given menutup jalur pelayaran di Terusan Suez, Mesir sejak 23 Maret 2021. (Suez Canal Authority)

Mesir beruding dengan pemilik kapal MV Ever Given soal kompensasi sebesar US$ 1 miliar

Terjepitnya MV Ever Given sehingga menutup jalur pelayaran di Terusan Suez merupakan kejadian pertama sejak kanal itu beroperasi 150 tahun lalu.

Kapal kargo MV Ever Given menutup jalur pelayaran di Terusan Suez sejak 23 Maret 2021. (Twitter)

Antrean kapal di Terusan Suez sudah berakhir

Tadinya terdapat 422 kapal tanker dan peti kemas mengantre sejak MV Ever Given terjepit di kanal itu.

Kapal kargo MV Ever Given menutup Terusan Suez sejak 23 Maret 2021 sehingga tidak bisa dilewati. (Suez Canal Authority)

Mesir minta kompensasi Rp 14,5 triliun atas penutupan Terusan Suez oleh MV Ever Given

Kapal dan muatannya tidak bisa meninggalkan Mesir kalau perkara ini masuk ke pengadilan.

Presiden Mesir Abdil Fattah as-Sisi pada 30 Maret 2021 meninjau Terusan Suez. Kunjungan ini sehari setelah kapal kargo raksasa memblokir kanal itu akibat terjepit berlayar lagi. (The National)

Tinggal 292 kapal antre ingin melintasi Terusan Suez

Sejak Selasa lalu, Otoritas Terusan Suez telah mulai menyelidiki penyebab terjepitnya MV Ever Given sehingga menutup jalur pelayaran di kanal itu.





comments powered by Disqus