bisnis

Pasar wewangian di Arab Saudi terbesar di Timur Tengah

Nilainya US$ 1,7 miliar.

06 Maret 2016 13:48

Arab Saudi memimpin pasar wewangian di Timur Tengah tahun lalu dengan nilai US$ 1,7 miliar, menurut hasil analisa Euromonitor International (EMI), perusahaan riset pasar berkantor pusat di Ibu Kota London, Inggris, dan dibentuk pada 1972.

Uni Emirat Arab menyusul di peringkat kedua senilai US$ 423 juta. EMI menyebutkan pasar wewangian di Timur Tengah sepanjang 2015 bernilai US$ 5,2 miliar, naik tujuh persen dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menempatkan Timur Tengah sebagai pasar wewangian terbesar kedua di dunia setelah Amerika Latin.

EMI memperkirakan hingga 2019 pasar wewangian di Timur Tengah bakal senilai US$ 5,8 miliar.

Karena itu tidak heran, pameran dagang Beautyworld Middle East akan digelar pada 15-17 Mei mendatang di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, akan dihadiri produsen produk wewangian kelas dunia. Termasuk 12 dari 18 produsen top global, yakni Givaudan, Mane, Robertet, CPL Aromas, Iberchem, Eurofragance, Cosmo International Fragrances, Expressions Parfumees, Fragrance Resources, Parfex, Technico Flor, dan LUZI.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Kuwait akan berhentikan 50 persen ekspatriat di sektor pemerintah

Perdana Menteri Kuwait Syekh Sabah al-Khalid as-Sabah Juni lalu mengajukan proposal untuk mengurangi jumlah ekspatriat dari 70 menjadi 30 persen.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi alami defisit Rp 427 triliun di kuartal kedua 2020

IMF telah memperkirakan negeri Dua Kota Suci ini bakal menderita defisit sampai 2023.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Defisit enam negara Arab Teluk tahun ini bisa tembus Rp 2.648 triliun

Utang pemerintah keenam negara Arab Teluk itu sampai 2023 diperkirakan sebesar Rp 4.559,5 triliun.





comments powered by Disqus