bisnis

Shell bayar utang pengiriman minyak ke Iran hampir US$ 2 miliar

Iran ingin memompa produksi minyaknya ke level empat juta barel per hari seperti terjadi selama 2010-2011.

08 Maret 2016 17:25

Royal Dutch Shell telah membayar utang 1,777 miliar euro (US$ 1,94 miliar) kepada NIOC (Perusahaan Minyak Nasional Iran), setelah sanksi ekonomi atas negara Mullah itu dicabut Januari lalu.

Begitu besarnya utang itu lantaran Shell tidak bisa membayar pasokan minyak dari Iran karena masih terkena sanksi akibat program nuklirnya. Utang itu sudah dilunasi dalam tiga pekan. Pembayaran menggunakan euro karena transaksi dolar masih dikenai sanksi Amerika Serikat.

"Setelah pencabutan sanksi diterapkan Uni Eropa dan Amerika Serikat, kami membenarkan utang Shell dalam jumlah besar kepada NIOC telah dilunasi," kata juru bicara Shell lewat pernyataan tertulis.

Pelunasan utang ini dapat membuka jalan Shell melakukan investasi baru di negeri Persia itu. "Kami masih tertarik mendalami peran bisa dimainkan Shell untuk membangun potensi energi Iran dalam batas-batas diizinkan undang-undang," ujarnya.

Sanksi ekonomi dari pihak Barat sejak 2012 itu mengakibatkan produksi minyak Iran melorot menjadi 1,1 juta barel sehari. Padal sebelum itu, Teheran mampu menghasilkan 2,5 juta barel saban hari. Iran memiliki cadangan gas terbesar di dunia dan cadangan minyak keempat terbesar sejagat.

Teheran mengatakan akan segera menambah produksinya sampai 500 ribu barel sehari dan setengah juta barel lagi dalam setahun. Iran ingin memompa produksi minyaknya ke level empat juta barel per hari seperti terjadi selama 2010-2011.

Iran mengisyaratkan utang pasokan minyak bernilai miliaran dolar oleh perusahaan minyak asing dan pemerintah negara lain dibayarkan dengan mata uang euro.

Ladang minyak Yaran Utara di Iran. (Press TV)

Iran tawarkan diskon harga minyak ke Asia

Amerika berencana melarang Iran menjual minyaknya ke pasar internasional mulai 5 November mendatang.

Ladang minyak Yaran Utara di Iran. (Press TV)

Produksi minyak Iran sudah kembali ke level sebelum terkena sanksi

Produksi minyak Iran di kuartal pertama tahun ini sebanyak 3,796 juta barel tiap hari, melonjak dibanding 3,741 juta barel sehari di kuartal pertama tahun lalu.

Ladang minyak Kish di Iran, ditemukan oleh National Iranian Oil Company pada 2006. (PEDEC)

Iran akan tingkatkan ekspor minyak ke Eropa hingga 60 persen dalam dua bulan

Iran menargetkan total produksi minyak 4,5 juta barel sehari pada 2022.

Ladang minyak Iran. (Mehr)

Iran tetapkan 29 perusahaan asing boleh ikut tender proyek minyak dan gas

British Petroleum mundur karena khawatir hubungan Amerika-Serikat-Iran kembali menegang setelah presiden terpilih Donald Trump dilantik pada 20 Januari ini.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Trump jatuhkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran

Amerika bakal mengirim tambahan pasukan serta peralatan sistem pertahanan udara dan peluru kendali ke Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan negara Kabah itu.

21 September 2019

TERSOHOR