bisnis

Arab Saudi berencana cari pinjaman bank asing US$ 6-8 miliar

Dengan opsi nilai pinjaman bisa bertambah.

09 Maret 2016 19:28

Arab Saudi tengah berusaha mencari pinjaman bank asing senilai US$ 6-8 miliar buat menutupi defisit anggarannya. Ini bakal menjadi pinjaman asing pertama dilakukan pemerintah negara Kabah itu dalam satu dasawarsa terakhir.

Sejumlah sumber mengetahui betul rencana ini bilang kepada kantor berita Reuters, Riyadh telah meminta sejumlah bank asing mengajukan proposal untuk masa pinjaman lima tahun. Namun angka pinjaman bisa bertambah bila memang diperlukan.

Negara Dua Kota Suci ini tahun lalu mengalami defisit hampir US$ 100 miliar akibat melorotnya harga minyak mentah global. Cadangan devisa juga tergerus lantaran membiayai perang di Yaman.

Sumber-sumber itu menolak disebut namanya lantaran rencana itu dirahasiakan. Upaya meminta komentar dari Kementerian Keuangan dan Bank Sentral Arab Saudi tidak berhasil.

Reuters pekan lalu melaporkan Arab Saudi telah mengumpulkan bank-bank domestik untuk membahas gagasan mencari pinjaman asing. Namun berapa jumlahnya tidak diketahui.

Karena defisit, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz tahun lalu telah mengeluarkan perintah untuk menghemat anggaran negara. Arab Saudi juga sudah mulai melakukan privatisasi atas sejumlah perusahaan milik negara.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (alriyadh.com)

Arab Saudi defisit Rp 125 triliun di kuartal kedua tahun ini

Ketimbang periode serupa tahun lalu, pengeluaran di kuartal kedua tahun ini naik lima persen, dengan 27 persen kenaikan di belanja modal dan 71 persen untuk subsidi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

IMF prediksi Arab Saudi alami defisit 6,5 persen

IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negeri Dua Kota Suci itu tahun ini sebesar 1,9 persen.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.





comments powered by Disqus