bisnis

Harga rokok di Arab Saudi naik

Sebungkus rokok Marlboro kini seharga 12 riyal dari sebelumnya 10 riyal.

14 Maret 2016 18:10

Harga rokok di Arab Saudi melonjak di tengah spekulasi pemerintah bakal menaikkan harga hingga seratus persen.

Hampir semua merek rokok di negara Kabah itu hilang dari peredaran Sabtu lalu, namun muncul lagi kemarin dengan harga baru.

Seorang pekerja India di sebuah toko grosir di Kota Jeddah bilang kepada Arab News, sejumlah merek rokok, seperti Marlboro dan LM, Sabtu lalu tidak tersedia. Seluruh supermarket dan grosir mulai menjual lagi besoknya dengan harga baru.

Ahmad Husain, warga Saudi bekerja di perusahaan swasta, mengatakan dia membeli sebungkus rokok Marlboro kini seharga 12 riyal dari sebelumnya 10 riyal. "Saya pikir sekarang saatnya berhenti merokok. Rokok-rokok dengan harga lebih murah kualitasnya jelek," katanya.

Menurut laporan sebuah kantor berita, tiga toko di Ibu Kota Riyadh tidak memiliki stok rokok buat dijual. Para pengguna media sosial melaporkan rokok hilang dari peredaran di Jeddah sepanjang akhir pekan lalu. Sebagian pihak memperkirakan penjual sengaja menyimpan stok sampai pemerintah mengumumkan kenaikan harga rokok.

Mengutip Bea Cukai Arab Saudi, sebuah situs berita lokal melaporkan Sabtu lalu, harga rokok naik dua kali lipat. Namun belum ada pengumuman di situs lembaga pemerintah itu atau dari Kementerian Perdagangan dan Perindustrian.

Seorang eksekutif di perusahaan distribusi rokok membenarkan Bea Cukai Arab Saudi telah menggandakan biaya impor rokok.

Menurut seorang perokok di Kota Dammam, paling tidak satu toko menjual sebungkus rokok Philip Morris seharga 15 riyal, tadinya 10 riyal.

Kementerian Keuangan Arab Saudi Desember tahun lalu menjelaskan pihaknya akan menaikkan harga barang-barang berakibat buruk bagi kesehatan, seperti rokok minuman ringan, dan minuman berenergi.

Arab Saudi merupakan konsumen rokok terbesar ke-23 di dunia. Seluruh perokok di negara Kabah ini menghabiskan lebih dari 50 juta riyal sehari untuk membeli rokok.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Trump jatuhkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran

Amerika bakal mengirim tambahan pasukan serta peralatan sistem pertahanan udara dan peluru kendali ke Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan negara Kabah itu.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman didampingi Chairman Saudi Aramco yasir ar-Rumayyan dan CEO Aramco Amin Nasir dalam jupa pers di Kota Jeddah, 17 September 2019. (Saudi Gazette)

Produksi minyak Saudi kembali normal akhir bulan ini

Pangeran Abdul Aziz mengatakan produksi minyak rata-rata Saudi pada bulan ini dan bulan depan sebesar 9,89 juta barel tiap hari.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman. (Saudi Gazette)

Produksi 5,7 juta barel minyak Saudi dihentikan setelah dua fasilitas Aramco diserang

Serbuan pesawat nirawak itu juga menghentikan produksi dua miliar kaki kubik gas per hari.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco siap laksanakan IPO dalam dua tahap

IPO Aramco tahap pertama di Tadawul akan dilakukan tahun ini.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Trump jatuhkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran

Amerika bakal mengirim tambahan pasukan serta peralatan sistem pertahanan udara dan peluru kendali ke Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan negara Kabah itu.

21 September 2019

TERSOHOR