bisnis

Iran akan tetapkan batas produksi minyak jika sudah hasilkan empat juta barel sehari

"Mereka mestinya membiarkan kami selama kami belum mencapai empat juta barel sehari," kata Zanganeh.

14 Maret 2016 22:18

Iran baru akan ikut dalam pembahasan penetapan batas produksi bila sudah bisa memompa empat juta barel minyak sehari.

Iran pernah menghasilkan empat juta barel minyak sehari selama 2010-2011. Namun sejak sanksi ekonomi diberlakukan setahun kemudian, produksi emas hitam negara Mullah itu terjun menjadi 1,1 juta barel per hari.

"Mereka mestinya membiarkan kami selama kami belum mencapai empat juta barel sehari," kata Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh, seperti dilansir kantor berita ISNA kemarin. "Kami akan menemani mereka setelah itu."

Setelah sanksi dicabut Januari lalu, Iran bertekad menggenjot produksi minyaknya hingga ke level 2,5 juta barel tiap hari dalam satu tahun mendatang.

Arab Saudi dan Rusia bulan lalu sepakat menetapkan produksi Januari sebagai batas produksi minyak selanjutnya. Qatar dan Venezuela juga menyokong kesepakatan itu.

Menurut IEA (Badan Energi Internasional), produksi minyak Arab Saudi Januari tahun ini 10,2 juta barel per hari, sedangkan Rusia menghasilkan hampir 10,9 juta barel saban hari. Di bulan sama, Venezuela memompa 2,4 juta barel dan Qatar memproduksi 680 ribu barel minyak tiap hari.

Kilang minyak di Iran. (Press TV)

Iran temukan ladang minyak baru dengan cadangan 50 miliar barel

Jumlah cadangan minyak negara Mullah itu saat ini sekitar 150 miliar barel.

Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Arab Saudi kurangi produksi minyak 800 ribu barel bulan ini

Bulan depan, produksi dikurangi lagi seratus ribu barel menjadi 7,1 juta barel per hari.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Arab Saudi kurangi ekspor minyak 500 ribu barel bulan depan

Belum ada konsensus untuk mengurangi produksi minyak tahun depan.

Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih. (Arab News)

OPEC dan produsen non-OPEC setuju untuk tidak naikkan produksi minyak

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka meminta OPEC membantu menurunkan harga minyak mentah global dengan mengurangi produksi.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Saham Aramco mulai diperdagangkan di Bursa Saudi

Harga saham perusahaan minyak dan gas Saudi itu tadinya 32 riyal per lembar naik menjadi 35,2 riyal hanya dalam beberapa detik setelah mulai diperdagangkan di Tadawul

11 Desember 2019

TERSOHOR