bisnis

19 juta mobil bakal berseliweran di kawasan Arab Teluk pada 2020

Jumlah terbanyak bakal berseliweran di Arab Saudi, yakni 10,03 juta

16 Maret 2016 11:02

Jumlah mobil berseliweran di jalan-jalan di enam negara Arab Teluk - Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Oman - diperkirakan bertambah menjadi 19,1 juta paling lambat 2020, dari 14,35 juta mobil tahun ini.

Hasil analisis oleh Frost & Sullivan, perusahaan konsultasi berkantor di Kota San Antonio, Amerika Serikat, menunjukkan tahun ini terjadi sedikit penurunan jumlah penjualan mobil di kawasan Arab Teluk. Namun mulai tahun depan penjualan otomotif di enam negara anggota GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) itu bakal kembali stabil

Dari 19,1 juta mobil itu, menurut Frost & Sullivan, jumlah terbanyak bakal berseliweran di Arab Saudi, yakni 10,03 juta atau 52,5 persen. Disusul Uni Emirat Arab dengan 3,53 juta mobil. Sedangkan 5,54 juta mobil lainnya tersebar di Kuwait, Oman, Qatar, dan Bahrain.

Usia rata-rata mobil beroperasi di kawasan Arab Teluk naik menjadi delapan tahun pada 2020. Mobil umur 0-3 tahun sebanyak 27 persen dari 19,1 juta dan usia lebih dari sepuluh tahun sekitar 31 persen.

"Pertumbuhan jumlah dan usia mobil di kawasan Arab Teluk akan mendorong bertambahnya permintaan layanan dan suku cadang purnajual," kata Ahmad Pauwels, CEO Automechanika Dubai.

Permintaan suku cadang, termasuk ban dan aki, di enam negara Arab Teluk pada 2020 nilainya diperkirakan US$ 11,9 miliar, naik dari US$ 7,6 miliar pada tahun ini.

Ibu Kota Manama, Bahrain. (commons.wikimedia.org)

Bahrain bayar gaji seratus ribu warganya bekerja di sektor swasta senilai Rp 9 triliun

Pemerintah Bahrain juga akan menggratiskan tagihan air dan listrik bagi sektor rumah tangga dan usaha.

Rute perjalanan sebuah jet pribadi membawa para pejabat Uni Emirat Arab dan Israel pada 17 Januari 2019 terbang langsung dari Abu Dhabi ke Tel Aviv. (Flight Radar 24)

Israel beli alat tes Covid-19 dari Cina seharga Rp 403 miliar

Israel juga memborong puluhan ribu alat tes Covid-19 dan 30 ribu pakaian alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis dari Korea Selatan.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Penduduk Saudi buang 557 ribu ton nasi setahun

Nilai makanan dibuang tiap tahun di Arab Saudi adalah Rp 172,4 triliun.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Israel beli puluhan ton peralatan medis buat tangani Covid-19 dari Cina

Sejak 1 Maret, Cina telah mengekspor 3,86 miliar masker, 37,5 juta pakaian APD, 16 ribu ventilator, dan 2,84 juta alat tes Covid-19 ke lebih dari 50 negara.





comments powered by Disqus