bisnis

Arab supertajir dari UEA paling tertarik beli properti di London dan New York

Sekitar 53 persen responden bilang Timur Tengah masih tetap tujuan investasi top mereka.

17 Maret 2016 16:58

Lebih dari 61 persen kaum Arab supertajir di Uni Emirat Arab (UEA) - berharta paling sedikit US$ 30 juta - paling tertarik membeli properti di Ibu Kota London (Inggris) dan Kota New York (Amerika Serikat), menurut hasil penelitian bareng perusahaan konsultasi real estat Cluttons dan YouGov.

Riset dua lembaga ini menunjukkan keinginan investasi oleh orang-orang Arab superkaya di negara Arab Teluk itu tetap tinggi meski perekonomian global lesu tahun lalu.

Laporan itu menyebutkan London dan New York menjadi tujuan investasi properti paling disukai Arab supertajir UEA di luar kawasan Timur Tengah. Secara keseluruhan ada 46 lokasi investasi diminati kaum Arab superkaya di UEA.

Sekitar 53 persen responden bilang Timur Tengah masih tetap tujuan investasi top mereka. Dubai di posisi pertama dengan raihan suara 30 persen, disusul Abu Dhabi (23 persen), Sharjah (7 persen), Muskat (7 persen), Kuwait City (3 persen), dan Riyadh (3 persen).

Dari 46 lokasi investasi disukai investor Arab supertajir dari UEA, setengahnya menyenangi rumah, 22 persen sektor perdagangan, dan 28 persen campuran keduanya.

"Dengan keamanan investasi menjadi pertimbangan utama kaum Arab supertajir UEA, London hanya sedikit lebih unggul ketimbang New York sebagai tujuan investasi paling disukai," kata Steven Morgan, CEO Cluttons Middle East.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Saudi paksa para konglomerat berinvestasi di Aramco

Aramco akan melepas hingga tiga miliar lembar saham (1,5 persen dari total saham) dan diperkirakan dapat meraup dana segar US$ 25,9 miliar. 

Ali Khamenei (kiri) saat Perang Iran-Irak. (Wikipedia)

Khamenei setujui kenaikan harga bensin sebesar 50 persen meski diprotes rakyat Iran

Kendaraan pribadi hanya mendapat jatah bensin 60 liter sebulan dengan harga naik 50 persen menjadi 15 ribu rial (US$ 0,15) per liter. Kalau membeli lagi melebihi kuota kena tambahan harga 30 ribu rial (US$ 0,26) tiap liternya.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco akan lepas 1,5 persen saham dengan harga 30-32 riyal per lembar

IPO Aramco dijadwalkan berlangsung pada 11 Desember di Bursa Saham Saudi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Saudi gelontorkan Rp 9,8 triliun untuk bantuan tunai bagi warga miskin bulan ini

Sejak program bantuan langsung tunai diluncurkan, negara Kabah itu sudah menghabiskan Rp 218,5 triliun.





comments powered by Disqus