bisnis

Arab Saudi danai proyek pembangunan di Sinai senilai US$ 1,5 miliar

kedua pihak juga menandatangani perjanjian terpisah untuk membantu mendanai kebutuhan bahan bakar Mesir untuk lima tahun ke depan.

21 Maret 2016 16:01

Menteri Kerja Sama Internasional Mesir Sahar Nasr kemarin meneken kerja sama bantuan dana US$ 1,5 miliar dengan Saudi Development Fund untuk membangun proyek-proyek di Semenanjung Sinai.

Lewat pernyataan tertulis, Kementerian Kerja Sama Internasional Mesir bilang bantuan dana dari negara Kabah itu bakal dipakai buat membiayai proyek-proyek di bidang pertanian dan membangun 26 kompleks perumahan, termasuk rumah sakit dan sekolah.

Di kesempatan sama, kedua pihak juga menandatangani perjanjian terpisah untuk membantu mendanai kebutuhan bahan bakar Mesir untuk lima tahun ke depan. Kesepakatan ini muncul di tengah melorotnya pendapatan dari emas hitam itu akibat merosotnya harga minyak mentah global.

Dua perjanjian itu dicapai menjelang kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Kairo pada 4 April.

Hubungan Kairo dan Riyadh menguat sejak Presiden Abdil Fattah as-Sisi berkuasa Juli 2013. Mesir juga ikut dalam pasukan koalisi Arab dipimpin Saudi dalam perang di Yaman.

Pada Desember tahun lalu, Arab Saudi menjanjikan investasi dan bantuan keuangan US$ 8 miliar buat Mesir untuk lima tahun mendatang.

Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, sekutu Mesir di kawasan Teluk Persia, masing-masing telah menawarkan US$ 4 miliar untuk investasi dan bantuan kepada Kairo Maret tahun lalu.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Trump jatuhkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran

Amerika bakal mengirim tambahan pasukan serta peralatan sistem pertahanan udara dan peluru kendali ke Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan negara Kabah itu.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman didampingi Chairman Saudi Aramco yasir ar-Rumayyan dan CEO Aramco Amin Nasir dalam jupa pers di Kota Jeddah, 17 September 2019. (Saudi Gazette)

Produksi minyak Saudi kembali normal akhir bulan ini

Pangeran Abdul Aziz mengatakan produksi minyak rata-rata Saudi pada bulan ini dan bulan depan sebesar 9,89 juta barel tiap hari.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman. (Saudi Gazette)

Produksi 5,7 juta barel minyak Saudi dihentikan setelah dua fasilitas Aramco diserang

Serbuan pesawat nirawak itu juga menghentikan produksi dua miliar kaki kubik gas per hari.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco siap laksanakan IPO dalam dua tahap

IPO Aramco tahap pertama di Tadawul akan dilakukan tahun ini.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Trump jatuhkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran

Amerika bakal mengirim tambahan pasukan serta peralatan sistem pertahanan udara dan peluru kendali ke Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan negara Kabah itu.

21 September 2019

TERSOHOR