bisnis

Kaum muslim tahun lalu habiskan US$ 244 miliar buat belanja pakaian

Turki menjadi pasar konsumsi pakaian muslim terbesar di dunia. Disusul Uni Emirat Arab, Nigeria, Arab Saudi, dan Indonesia.

22 Maret 2016 21:35

Kaum muslim sejagat tahun lalu menghabiskan US$ 244 miliar untuk berbelanja pakaian, menurut laporan dilansir Salaam Gateway, perusahaan berkantor di Kota Dubai, Uni Emirat Arab.

"Pakaian sedang tren cukup diminati sedangkan pakaian muslim mulai populer," tulis laporan itu. Salaam Gateway menambahkan 25 rumah mode top dunia, termasuk Dolce and Gabbana dan H&M juga sudah mulai melirik selera umat Islam ingin berpakaian muslim.

Laporan itu menyebutkan menanjaknya tren pakaian muslim ini disokong oleh kewajiban agama.

Turki menjadi pasar konsumsi pakaian muslim terbesar di dunia. Disusul Uni Emirat Arab, Nigeria, Arab Saudi, dan Indonesia.

Logo Kape Technologies, perusahaan keamanan siber asal Israel. (Kape)

Perusahaan keamanan siber Israel beli ExpressVPN seharga Rp 13,3 triliun

Kape menyebutkan pemngambilalihan ExpressVPN ini akan meningkatkan jumlah pelanggan berbayar hingga lebih dari enam juta.

Para pendukung Hizbullah di Libanon menyambut kedatangan konvoi truk mengangkut minyak solar dari Suriah, merupakan impor dilakukan Hizbullah dari Iran, pada 16 September 2021. (Telegram)

Minyak solar diimpor Hizbullah dari Iran tiba di Libanon

Pengiriman pertama minyak solar diimpor Hizbullah dari Iran itu sebanyak 33 ribu metrik ton.

Gambar satelit memperlihatkan kapal tanker Iran mengangkut 33 ribu metrik ton minyak solar untuk Libanon telah tiba di Pelabuhan Baniyas, Suriah. (TankerTrackers.com)

Nasrallah: Impor minyak solar dari Iran untuk Libanon sudah tiba di Suriah

Iran mengangkut 33 ribu metrik ton minyak solar untuk Libanon.

Mehadrin Tnuport Export, produsen buah dan sayur terbesar di Israel. (Mehadrin.co.il)

Produsen buah dan sayur terbesar Israel akan buka kebun alpukat di Maroko

Mehadrin sekarang ini memiliki cabang di Swedia, Belanda, Prancis, Inggris, Swiss, dan Amerika Serikat. Dengan areal perkebunan buah dan sayur seluas lebih dari lima ribu hektare, perusahaan telah berumur lebih dari 60 tahun ini mampu meraup pendapatan dari penjualan sekitar US$ 300 juta saban tahun.





comments powered by Disqus