bisnis

Tarif jelajah telepon di enam negara Arab Teluk turun 40 persen mulai 1 April

Enam negara anggota GCC Juni tahun lalu sepakat menurunkan tarif menelepon, menerima telepon, dan mengirim pesan.

25 Maret 2016 06:42

Asisten Sekretaris Jenderal GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) Urusan Ekonomi Abdullah bin Juma asy-Syibli kemarin bilang mulai 1 April tahun ini tarif jelajah telepon bakal turun hingga 40 persen di enam negara Arab Teluk, yakni Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, dan Bahrain.

Lewat pernyataan tertulis dilansir kantor berita resmi Saudi Press Agency dan WAM, Syibli mengatakan kebijakan ini bagian dari integrasi ekonomi GCC.

Enam negara anggota GCC itu Juni tahun lalu sepakat bakal mengurangi tarif menelepon, menerima telepon, dan mengirim pesan. Keputusan ini akan berlaku dalam tiga tahun, sedangkan penurunan tarif jelajah Internet akan dilakoni dalam lima tahun.

GCC memperkirakan kebijakan bersama itu akan menghemat pengeluaran konsumen US$ 1,14 miliar.

Beberapa perusahaan telekomunikasi milik sejumlah negara Arab Teluk memang beroperasi di kawasan itu. Saudi Telecom Co. mengontrol operator di Kuwait dan Bahrain. Zain asal Kuwait juga hadir di Bahrain dan Arab Saudi. Ooredoo kepunyaan Qatar beroperasi pula di Kuwait dan Oman.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Harga sahamnya terus meroket, valuasi Aramco sempat tembus US$ 2 triliun

Aramco menjanjikan pembagian dividen untuk para investor paling sedikit US$ 75 miliar per tahun hingga 2024.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Saham Aramco mulai diperdagangkan di Bursa Saudi

Harga saham perusahaan minyak dan gas Saudi itu tadinya 32 riyal per lembar naik menjadi 35,2 riyal hanya dalam beberapa detik setelah mulai diperdagangkan di Tadawul

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 699 triliun pada 2020

"Privatisasi adalah prioritas utama pemerintah," ujar Muhammad al-Jadaan.

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Banjir peminat, nilai tawaran atas saham Aramco sudah capai angka Rp 624 triliun

IPO Aramco akan dilakukan pada 11 Desember di Bursa Saham Saudi (Tadawul).





comments powered by Disqus