bisnis

Konsorsium Korea dapat kontrak bangun seratus ribu rumah di Arab Saudi

Arab Saudi membutuhkan tiga juta rumah baru paling lambat 2025, berdasarkan proyeksi pertumbuhan penduduk.

29 Maret 2016 15:20

Konsorsium asal Korea Selatan Kamis pekan lalu meneken sebuah nota kesepahaman dengan Kementerian Perumahan Arab Saudi untuk membangun seratus ribu rumah dan infrastruktur di kota baru Al-Fursan, dekat Bandar Udara Internasional Riyadh. Kontrak itu senilai US$ 20 miliar.

Penandatanganan kontrak berlangsung di Hotel JW Marriott di Ibu Kota Seoul,  Korea Selatan, itu dihadiri pula oleh Menteri Perumahan Arab Saudi Majid al-Hogail. Konsorsium ini terdiri dari dua perusahaan konstruksi dari Korea Selatan - Hanwha Engineering & Construction dan Daewoo Engineering & Construction - serta perusahaan konstruksi asal Arab Saudi, Saudi Pan Kingdom for Trading, Ind. & Contracting (SAPAC).

Para pejabat Hanwha mengakui itu kontrak terbesar pernah didapatkan perusahaan konstruksi Korea Selatan di luar negeri. "Ini akan menjadi kesepakatan terkenal bagi sejarah konstruksi Korea di luar negeri dalam hal ukuran," kata seorang juru bicara Hanwha.

Hanwha bilang penandatanganan kontrak pembangunan seratus ribu rumah itu bakal menolong pihaknya mendapat proyek perumahan lainnya di Arab Saudi. "Kami akan terus berusaha memperoleh proyek raksasa dengan sumber pembiayaan stabil, disokong oleh pemerintah Saudi."

Dalam tujuh mendatang, pemerintah negara Kabah itu telah menyiapkan proyek perumahan senilai US$ 400 miliar. Kementerian Perumahan Arab Saudi tahun lalu memperkirakan negaranya membutuhkan tiga juta rumah baru paling lambat 2025, berdasarkan proyeksi pertumbuhan penduduk.

Choi Kwang-ho, CEO Hanwha, mengatakan pada 2014 perusahaannya mendapat kontrak senilai US$ 8 miliar untuk proyek Bismayah dari pemerintah Irak.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Trump jatuhkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran

Amerika bakal mengirim tambahan pasukan serta peralatan sistem pertahanan udara dan peluru kendali ke Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan negara Kabah itu.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman didampingi Chairman Saudi Aramco yasir ar-Rumayyan dan CEO Aramco Amin Nasir dalam jupa pers di Kota Jeddah, 17 September 2019. (Saudi Gazette)

Produksi minyak Saudi kembali normal akhir bulan ini

Pangeran Abdul Aziz mengatakan produksi minyak rata-rata Saudi pada bulan ini dan bulan depan sebesar 9,89 juta barel tiap hari.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman. (Saudi Gazette)

Produksi 5,7 juta barel minyak Saudi dihentikan setelah dua fasilitas Aramco diserang

Serbuan pesawat nirawak itu juga menghentikan produksi dua miliar kaki kubik gas per hari.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco siap laksanakan IPO dalam dua tahap

IPO Aramco tahap pertama di Tadawul akan dilakukan tahun ini.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Trump jatuhkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran

Amerika bakal mengirim tambahan pasukan serta peralatan sistem pertahanan udara dan peluru kendali ke Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan negara Kabah itu.

21 September 2019

TERSOHOR