bisnis

Investor Kuwait tertarik bangun peternakan sapi di Indonesia senilai US$ 8 juta

Iran menempati peringkat kedelapan dengan nilai rencana investasi Rp 50 triliun.

01 April 2016 06:36

Investor asal Kuwait siap menggelontorkan US$ 8 juta untuk membangun peternakan sapi di Indonesia.

Kepala BKPM Franky Sibarani menjelaskan pemodal asal negara Arab Teluk itu tengah mencari lokasi cocok dengan luas sekitar 200 hektar buat  mengembangkan enam ribu sapi potong. "Mereka amat serius dan sudah pernah ke Indonesia," katanya dalam siaran pers diterima Albalad.co hari ini. "Bila lokasi cocok sudah didapat akan segera mengajukan izin prinsip via layanan tiga jam dengan nilai investasi US$ 8 juta."

Franky menambahkan BKPM terus melakukan pemasaran investasi ke Timur Tengah sebagai salah satu prioritas, dengan fokus menyampaikan berbagai informasi mengenai reformasi kebijakan. "Mulai sistem online, dibentuknya PTSP Pusat, layanan izin investasi tiga jam, KLIK (Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi), serta insentif-insentif yang diberikan kepada investor," ujarnya.

Minat investasi itu hasil dari kegiatan misi dagang Indonesia di Kuwait yang digelar Senin lalu. Hadir dalam kegiatan itu, Direktur Pemberdayaan Usaha BKPM Pratito Soeharyo. Dia menyampaikan presentasi mengenai kebijakan dan peluang investasi Indonesia di hadapan sekitar seratus pengusaha Kuwait.

Dihubungi Albalad.co melalui WhatsApp malam ini, Marketing Officer BKPM untuk Timur Tengah Cahyo Purnomo bilang lokasi diincar untuk peternakan sapi itu di Indonesia timur. "Lokasi tepatnya lagi dicari," ucapnya. Dia menolak memberitahu siapa investor dari Kuwait itu. Dia tidak mau menjawab apakah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur menjadi pilihan lokasi.  

Selain peternakan sapi, tim Marketing Officer BKPM wilayah Timur Tengah juga mengidentifikasi beberapa minat investasi pengusaha Kuwait, seperti di bidang kilang minyak, industri hulu minyak dan gas, petrokimia, dan perbankan.

Komitmen investasi Kuwait selama lima tahun terakhir (2010-2015) yaitu US$ 5,6 miliar. Nilai realisasi di sektor hulu minyak dan gas oleh Kuwait sebesar US$ 320 juta dilakukan sejak 1970-an.

Selama ini negara-negara Timur Tengah masih berada di papan tengah daftar peringkat negara-negara menanamkan modalnya di Indonesia. Menurut data rencana investasi dirilis BKPM periode Januari-Desember 2015, Iran menempati peringkat kedelapan dengan nilai rencana investasi Rp 50 triliun.

Disusul Yordania di posisi ke-16 senilai Rp 3,3 triliun, Uni Emirat Arab ranking ke-19 dengan komitmen investasi Rp 2,5 triliun. Lalu Arab Saudi menempati peringkat ke-22 dengan nilai Rp 1,6 triliun, baru diikuti oleh negara-negara Timur Tengah lainnya.

Ladang minyak dan gas di Uni Emirat Arab. (energydubai.com)

UEA temukan cadangan gas terbesar keempat di dunia

UEA merupakan pemasok gas terbesar ketujuh di dunia dan menghasilkan sekitar empat persen dari total produksi minyak global.

Pesawat Emirates Airline dan Etihad Airways, dua maskapai asal Uni Emirat Arab. (Gulf News)

UEA hentikan semua rute penerbangan Cina kecuali Beijing

UEA lebih dulu menghentikan rute penerbangan menuju dan dari Wuhan sejak 23 Januari lalu.

Infrastruktur milik Qatargas, produsen gas alam cair terbesar di dunia milik pemerintah Qatar. (Arabian Oil and Gas)

Qatar akan pasok tiga juta ton LNG per tahun ke Kuwait

Qatar merupakan produsen sekaligus eksportir gas terbesar sejagat.

Ladang gas Tamar di Israel. (LNG World News)

Israel mulai ekspor gas ke Mesir

Sesuai kesepakatan, akan memasok 60 miliar kaki kubik LNG dari Blok Leviathan dan 25 miliar kaki kubik dari ladang Tamar selama 15 tahun.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

UEA temukan cadangan gas terbesar keempat di dunia

UEA merupakan pemasok gas terbesar ketujuh di dunia dan menghasilkan sekitar empat persen dari total produksi minyak global.

10 Februari 2020

TERSOHOR