bisnis

Dua ribu jutawan pindah ke Dubai tahun lalu

Tujuh ribu jutawan pindah dari Paris.

01 April 2016 10:00

Sekitar dua ribu jutawan tahun lalu pindah menetap di Kota Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Sehingga, menurut laporan terbaru New World Wealth, jutawan tinggal di Dubai saat ini berjumlah 42 ribu atau naik lima persen ketimbang tahun sebelumnya.

Riset itu menyebutkan dua ribu jutawan pindah ke Dubai ini kebanyakan berasal dari Mesir, Aljazair, Maroko, dan Turki.  

Di waktu yang sama, seribu jutawan lainnya juga pindah ke emirat lain di UEA. Alhasil, total jutawan di negara Arab Teluk ini 72 ribu orang, meningkat empat persen.

Secara global, dua kota di Australia paling banyak menerima jutawan. Ada empat ribu jutawan pindah ke Sydney dan tiga ribu lainnya ke Melbourne. Kedua kota ini kedatangan jutawan dari Cina, Eropa, Amerika Serikat, dan Afrika Selatan.

Sebaliknya para jutawan tidak betah lagi tinggal di Paris (Prancis), Roma (Italia), Chicago (Amerika Serikat), dan Athena (Yunani). Empat kota ini paling banyak ditinggalkan jutawan pada 2015. Paris memuncaki daftar dengan tujuh ribu jutawan pindah dari kota mode ini.  

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco sepakati penjualan saham perusahaan jaringan pipa minyaknya senilai Rp 179,7 triliun dengan konsorsium EIG

Menurut EIG, kontrak ini memiliki total nilai ekuitas sekitar US$ 25,3 miliar.

Ekspatriat di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Izin industri di Arab Saudi akan berjangka waktu lima tahun

Kebijakan ini dibuat untuk memastikan stabilitas dan keberlangsung sektor industri di negara Kabah itu.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Butuh fulus buat bayar dividen, Aramco terbitkan sukuk dolar senilai Rp 86,9 triliun

Aramco menjanjikan dividen US$ 75 miliar setahun kepada para investor setelah melakukan IPO sebanyak 1,5 persen pada Desember 2019.





comments powered by Disqus