bisnis

Arab Saudi berencana siapkan dana US$ 2 triliun buat hadapi era setelah minyak habis

Saudi akan setuju soal penetapan batas produksi minyak bila produsen utama lainnya, termasuk Rusia dan Iran, melakoni hal serupa.

02 April 2016 00:52

Wakil Putera Mahkota sekaligus Kepala Dewan Ekonomi dan Pembangunan Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman hari ini bilang negaranya berencana menyiapkan dana US$ 2 trilun buat menghadapi masa setelah minyak dan gas habis, seperti dilansir Bloomberg.

Namun tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai anggaran raksasa itu.

Putra dari Raja Salman bin Abdul Aziz ini juga menegaskan Arab Saudi bakal setuju soal penetapan batas produksi minyak bila Iran dan produsen utama emas hitam dunia lainnya juga melakoni hal serupa. "Jika semua negara, termasuk Iran, Rusia, Venezuela, negara-negara OPEC, dan seluruh produsen minyak utama, memutuskan menetapkan batas produksi, kami akan ikut," kata Pangeran Muhammad bin Salman.

Iran sudah mengatakan tidak akan bergabung dengan OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) dan negara non-OPEC untuk membahas rencana penetapan batas produksi minyak, dijadwalkan berlangsung 17 April di Ibu Kota Doha, Qatar. Gagasan ini buat mengerek harga minyak mentah global melorot sejak pertengahan 2014.

Selepas pencabutan sanksi ekonomi Januari lalu, negara Mullah itu memang berupaya memompa produksi minyak dan menghidupkan kembali industri minyaknya.

Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Arab Saudi kurangi produksi minyak 800 ribu barel bulan ini

Bulan depan, produksi dikurangi lagi seratus ribu barel menjadi 7,1 juta barel per hari.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Arab Saudi kurangi ekspor minyak 500 ribu barel bulan depan

Belum ada konsensus untuk mengurangi produksi minyak tahun depan.

Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih. (Arab News)

OPEC dan produsen non-OPEC setuju untuk tidak naikkan produksi minyak

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka meminta OPEC membantu menurunkan harga minyak mentah global dengan mengurangi produksi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi perlu harga minyak US$ 85 sebarel agar tidak defisit

Riyadh berencana menghilangkan defisit anggaran paling lambat 2023.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Trump jatuhkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran

Amerika bakal mengirim tambahan pasukan serta peralatan sistem pertahanan udara dan peluru kendali ke Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan negara Kabah itu.

21 September 2019

TERSOHOR