bisnis

Skandal Mossack Fonseca libatkan para pemimpin Arab

Nama Raja Salman dari Arab Saudi juga ada.

05 April 2016 06:57

Skandal penggelapan pajak, pencucian uang, dan penyimpanan harta secara rahasia lewat jasa Mossack Fonseca, perusahaan hukum rahasia berkantor pusat di Panama, juga melibatkan sejumlah pemimpin Arab.

Dalam bocoran dokumen rahasia diberi judul the Panama Papers, terdapat nama 72 kepala negara dan mantan pemimpin negara juga terlibat. Juga ada nama kaum supertajir, selebritas, dan politisi.  

Para pemimpin Arab masuk dalam daftar adalah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz, Presiden Uni Emirat Arab Syekh Khalifah bin Zayid an-Nahyan, Presiden Suriah Basyar al-Assad, mantan Presiden Mesir Husni Mubarak, dan mendiang Pemimpin Libya Muammar al-Qaddafi.

Juga ada mantan Presiden Mesir Husni Mubarak, bekas Perdana Menteri Irak Ayad Allawi, mantan Perdana Menteri Yordania Ali Abu ar-Raghib, bekas Perdana Menteri Qatar Syekh Hamad bin Jassim ats-Tsani, mantan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani, bekas Presiden Sudan Ahmad Ali al-Mirghani,

Jutaan data rahasia itu diperoleh surat kabar terbitan Jerman Süddeutsche Zeitung dari seorang sumber anonim. Bocoran ini kemudian dibagikan oleh ICIJ (Konsorsium Internasional Wartawan Investigasi) kepada Guardian dan BBC.

Data ini mencakup kegiatan Mossack Fonseca, memiliki 37 kantor cabang di lebih dari 25 negara, selama hampir 40 tahun, dari 1977 hingga akhir 2015, dan berisi sampai 15.600 dokumen perusahaan dibuat bagi para klien ingin menyembunyikan harta mereka.

Kerja Mossack Fonseca ini melibatkan jaringan bankir, akuntan, pengacara, dan para calo.

Menurut ICIJ, ada sepuluh bank paling banyak meminta Mossack Fonseca membikin perusahaan di luar negeri bagi klien-klien mereka, yakni Experta Corporate & Trust Services, Banque J. Safra Sarasin - Luxembourg S.A., Credit Suisse Channel Islands Limited, HSBC Private Bank (Monaco) S.A., HSBC Private Bank (Suisse) S.A., UBS AG (Succ. Rue du Rhone), Coutts & Co. Trustees (Jersey), Societe Generale Bank & Trust Luxembourg, Landsbanki Luxembourg S.A., dan Rothschild Trust Guernsey Limited.

Mossack Fonseca membantah pernah dituduh melakukan kejahatan selama beroperasi lebih dari 40 tahun. "Jika kami menemukan kegiatan mencurigakan atau keliru, kami segera melaporkan itu kepada pihak berwenang," katanya lewat keterangan tertulis. "Sama juga, ketika pihak berwenang mendekati kami dengan bukti penyelewengan, kami selalu bekerja sama penuh dengan mereka.

Direktur ICIJ Gerard Ryle mengungkapkan dokumen itu berisi kegiatan sehari-hari di Mossack Fonseca selama empat dasawarsa. "Saya kira bocoran ini akan membuktikan itu skandal terbesar pernah terjadi karena begitu banyaknya dokumen," ujarnya.

Fasilitas milik Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

IPO Aramco hanya akan lepas dua persen saham

Diperkirakan bisa meraup dana Rp 567,5 triliun.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Saudi paksa keluarga supertajir beli saham Aramco saat IPO

Pangeran Al-Walid bin Talal termasuk yang ditekan untuk membeli saham Aramco.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir (tengah dan berkemeja batik biru) berpose bareng Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik usai pertemuan di Jakarta, 7 Juli 2017. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi rugi Rp 28 triliun karena Aramco diserang

Insiden itu mengakibatkan produksi minyak 5,7 juta barel sehari terhenti. An

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco secara resmi umumkan rencana IPO bulan depan

Sejumlah sumber memperkirakan pengumuman itu keluar pada 20 Oktober.





comments powered by Disqus