bisnis

Protes gaji bakal dipotong, serikat karyawan Kuwait Petroleum ancam mogok kerja

Gaji karyawan KPC memang jauh lebih tinggi ketimbang gaji pegeawai pemerintah di sektor lain.

13 April 2016 11:47

Serikat karyawan perusahaan negara Kuwait Petroleum Corporation (KPC) di semua unit produksi mengancam mogok kerja Ahad pekan ini, sebagai protes atas rencana pemerintah memotong gaji dan insetif mereka.

Gaji karyawan KPC memang jauh lebih tinggi ketimbang gaji pegeawai pemerintah di sektor lain.  

Keputusan untuk mogok massal ini diambil Senin lalu, sehari setelah pertemuan antara serikat karyawan KPC dan pelaksana tugas Menteri Perminyakan Kuwait Anas as-Saleh tidak mencapai kesepakatan.

Keresahan muncul sehabis pemerintah Kuwait memutuskan untuk mengurangi anggaran belanja lantaran melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Pemerintah akan mengeluarkan aturan gaji baru bagi seluruh pegawai negeri, termasuk 20 ribu karyawan KPC. Ini berarti secara otomatis standar gaji dan insentif bagi karyawan di sektor minyak bakal dikurangi.

Ketua serikat karyawan KPC Saif al-Qahtani bilang pihaknhya mengajukan sejumlah alternatif dalam perundingan dengan menteri, namun hal itu ditolak. Dia menambahkan pihaknya juga menolak rencana pemerintah memprivatisasi sebagian unit usaha KPC.

Kuwait merupakan produsen minyak nomor empat terbesar di OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak). Kuwait menghasilkan tiga juta barel minyak saban hari.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Harga sahamnya terus meroket, valuasi Aramco sempat tembus US$ 2 triliun

Aramco menjanjikan pembagian dividen untuk para investor paling sedikit US$ 75 miliar per tahun hingga 2024.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Saham Aramco mulai diperdagangkan di Bursa Saudi

Harga saham perusahaan minyak dan gas Saudi itu tadinya 32 riyal per lembar naik menjadi 35,2 riyal hanya dalam beberapa detik setelah mulai diperdagangkan di Tadawul

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 699 triliun pada 2020

"Privatisasi adalah prioritas utama pemerintah," ujar Muhammad al-Jadaan.

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Banjir peminat, nilai tawaran atas saham Aramco sudah capai angka Rp 624 triliun

IPO Aramco akan dilakukan pada 11 Desember di Bursa Saham Saudi (Tadawul).





comments powered by Disqus