bisnis

Arab Saudi cabut larangan ekspor semen dan baja

Pemerintah Arab Saudi memberlakukan larangan ekspor semen pada 2008 untuk menurunkan harga dan memenuhi kebutuhan proyek-proyek infrastruktur didanai pemerintah.

14 April 2016 01:15

Arab Saudi telah mencabut larangan ekspor semen dan baja, menurut seorang pejabat senior di sektor industri konstruksi Selasa lalu.

Kebijakan itu diambil saat sektor konstruksi menderita akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014. Merosotnya harga emas hitam ini membikin pemerintah Arab Saudi memotong anggaran belanja.

Ahmad bin Abduh Zugail, CEO Yanbu Cement Corporation dan Wakil Kepala Komite Perusahaan Semen Nasional, mengatakan kepada surat kabar Ar-Riyadh, perusahaan-perusahaan semen di Arab Saudi menyambut gembira langkah itu, namun mereka masih menanti rincian aturan baru dari Kementerian Perdagangan.

Pemerintah Arab Saudi memberlakukan larangan ekspor semen pada 2008 untuk menurunkan harga dan memenuhi kebutuhan proyek-proyek infrastruktur didanai pemerintah. Meski begitu, sejumlah perusahaan diizinkan mengekspor semen dengan harga lebih rendah ketimbang harga jual di dalam negeri.

Seorang sumber di sektor industri membenarkan larangan ekspor baja juga dihapus sepuluh hari lalu. Namun dia menolak berkomentar lebih lanjut.

Laporan sebuah surat kabar November tahun lalu menyebutkan pemerintah memang mempertimbangkan untuk mencabut larangan ekspor karena pasokan pasar dalam negeri sudah berlebih.

Ada dua perusahaan semen terbesar di Arab Saudi dalam hal penguasaan pasar, yakni Southern Province Cement Company dan Saudi Cement.

Menteri Energi Israel Karin Elharrar, Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan Uni Emirat Arab (UEA) Mariam al-Muhairi, dan Menteri Air Yordania Muhammad an-Najjar pada 22 November 2021 di Dubai, UEA, menandatangani kerjasama pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di Yordania. (Courtesy)

UEA akan bangun PLTS di Yordania dan listriknya bakal dijual ke Israel

PLTS itu akan menghasilkan 600 megawatt listrik untuk Israel dan Yordania bakal mendapat tambahan pasokan air seratus juta meter kubik.

Pusat riset dan pengembangan produk Apple di Kota Herzliya, wilayah tengah Israel. (Courtesy)

Apple gugat produsen aplikasi sadap asal Israel

Apple meminta uang kompensasi US$ 10 juta kepada NSO Group.

Bursa Saham Arab Saudi atau Tadawul, berlokasi di Ibu Kota Riyadh. (Saudi Gazette)

Saudi Tadawul Group akan jual 30 persen sahamnya dalam IPO

Saudi Tadawul Group telah menetapkan harga per lembar sahamnya 95-105 riyal.

Proyek Oxagon, kota terapung bersegi delapan ingin dibangun Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Twitter/Screengrab)

Saudi berencana bangun kota terapung bersegi delapan

"Kenapa akhirnya saya memilih menjadi dosen ketimbang menghabiskan hari-hari saya untuk merancang kota-kota fantasi bagi putera mahkta Saudi," ujar pakar Timur Tengah Christian Henderson.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

UEA akan bangun PLTS di Yordania dan listriknya bakal dijual ke Israel

PLTS itu akan menghasilkan 600 megawatt listrik untuk Israel dan Yordania bakal mendapat tambahan pasokan air seratus juta meter kubik.

26 November 2021

TERSOHOR