bisnis

Pangeran Al-Walid bin Talal termasuk dalam 50 orang paling kaya di dunia

Dia dijadwalkan berkunjung ke Jakarta bulan ini.

15 April 2016 11:37

Konglomerat asal Arab Saudi Pangeran Al-Walid bin Talal menempati peringkat ke-30 dalam daftar orang terkaya di bumi versi Business Insider.

Pemilik Kingdom Holding Company sekaligus keponakan dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ini berharta US$ 22,5 miliar. Lewat Kingdom Holding, didirikan pada 1980, dia berinvestasi di segala sektor mulai real estat hingga hiburan dan pendidikan. Dia memiliki sejumlah saham di perusahaan-perusahaan kakap dunia, seperti Twitter, the Four Seasons, Times Warner, dan Motorola.

Ramadan tahun lalu, lelaki 60 tahun itu mengejutkan dunia setelah bersumpah menyumbangkan seluruh hartanya untuk kegiatan kemanusiaan dan peradaban.

Posisi Pangeran Al-Walid ini setingkat di bawah Sheldon Adelson, pengusaha kasino keturunan Yahudi dari Amerika Serikat.

Pangeran Al-Walid direncanakan berkunjung ke Jakarta bulan ini dan dijadwalkan bertemu Presiden Joko Widodo.

Pendiri Microsoft Bill Gates memuncaki daftar 50 orang paling tajir sejagat dengan kekayaan US$ 87,4 miliar.

Konglomerat asal Arab Saudi Pangeran Al-Walid bin Talal. (Arab News)

Pangeran Al-Walid cari pinjaman sebesar Rp 13 triliun

Konglomerat ritel fesyen, Fawaz Abdul Aziz al-Hokair - dibebaskan bareng Pangeran Al-Walid - juga mencari pinjaman senilai Rp 29,3 triliun.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi. (Gulf Business)

Pangeran Al-Walid jual sahamnya di Hotel Four Seasons Damaskus

Pangeran Al-Walid menjual sahamnya di Hotel Fur Seasons Beirut senilai Rp 1,4-1,6 triliun.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal di ruang kerjanya di gedung Kingdom Tower, Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Pangeran Al-Walid kembali bekerja setelah dibebaskan dari tahanan

Tidak diketahui berapa harga dibayar Pangeran Al-Walid untuk menebus kebebasannya.

Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi. (Arab News)

Direktur keuangan di perusahaan milik Pangeran Al-Walid berhenti

Muhammad Fakhri sudah lima tahun bekerja di Kingdom Holding Company.





comments powered by Disqus