bisnis

Swiss negara pertama mendaftar jadi peserta Dubai Expo 2020

Dubai Expo 2020, dijadwalkan berlangsung selama Oktober 2020 hingga April 2021, diperkirakan diikuti 180 negara dan kebanjiran 25 juta pengunjung.

19 April 2016 20:01

Swiss menjadi negara pertama mendaftar sebagai peserta Dubai Expo 2020.

Syekh Ahmad bin Said al-Maktum, Chairman Komite Tinggi Dubai Expo 2020, mengumumkan hal itu hari ini setelah bertemu Duta Besar Swiss untuk Uni Emirat Arab (UEA) Maya Tissafi.

"Kami benar-benar senang pemerintah Swiss telah berkomitmen untuk berpartisipasi dalam pameran akan berlangsung empat tahun lagi," kata Syekh Ahmad bin Said. "Keputusan ini sebuah refleksi penting dari peran internasional telah dimainkan UEA dan pentingnya Dubai Expo 2020.

Dewan Federal Swiss pekan lalu menyetujui keikutsertaan Swiss dalam Dubai Expo 2020. Mereka juga meloloskan anggaran sebesar US$ 15,5 juta untuk membangun anjungan negara itu di lokasi pameran.

Rim al-Hasyimi, Menteri Negara Urusan Kerja Sama Internasional UEA sekaligus Direktur Jenderal Dubai Expo 2020, menyambut gembira keputusan Swiss untuk ikut dalam pameran akbar itu. "Kami tengah mempersiapkan sebuah pameran kelas dunia bakal menginsoirasi jutaan orang dan menandai kemajuan telah dicapai UEA dalam setengah abad pertama," ujarnya.

Dubai Expo 2020, dijadwalkan berlangsung selama Oktober 2020 hingga April 2021, diperkirakan diikuti 180 negara dan kebanjiran 25 juta pengunjung.

Areal pameran seluas 438 ribu meter persegi berlokasi di sebuah kawasan dekat Jabal Ali, Dubai. Tempat pameran sepuluh kali lebih besar ketimbang Mila Expo 2015.

Para pejabat UEA memprediksi acara itu akan menyerap 277 ribu pekerja, kebanyakan di industri wisata.

Kilang minyak di Iran. (Press TV)

Iran temukan ladang minyak baru dengan cadangan 50 miliar barel

Jumlah cadangan minyak negara Mullah itu saat ini sekitar 150 miliar barel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco akan tawarkan setengah persen sahamnya kepada investor individual

Buat tahap awal, Aramco akan melepas dua persen sahamnya di Bursa Saham Arab Saudi (Tadawul).

Suasana di luar bandar Udara Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi, Juni 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Saudi berlakukan pajak bandar udara mulai 1 Januari 2020

Pajak itu besarannya 21 riyal untuk penerbangan sekali jalan.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco raup pendapatan bersih Rp 951 triliun

Aramco tahun lalu memperoleh laba Rp 1.554 triliun dan Rp 656 triliun di semester pertama tahun ini.





comments powered by Disqus