bisnis

Arab Saudi berencana bangun kanal seribu kilometer buat transportasi minyak

Kanal itu akan dimulai dari Laut Arab dan bakal melintasi perbatasan Oman dan Yaman sebelum berakhir di Rub al-Khali.

20 April 2016 17:16

Arab Saudi berencana membangun sebuah kanal sepanjang seribu kilometer akan menghubungkan Teluk Arab dan Laut Arab, sehingga tidak perlu lagi melewati Selat Hormuz. Kanal ini buat keperluan transportasi minyak.

Kabar ini dilansir majalah Al-Muhandis, dipublikasikan oleh Dewan Insinyur Saudi. Kanal buatan itu disebut sebagai proyek terbesar abad ini dan menandai kebangkitan kedua Arab Saudi.

Ismat al-Hakim dari Dewan Insinyur Saudi bilang Saudi Electricity Company tengah mengerjakan studi atas proyek raksasa itu. Kanal itu tidak hanya untuk pengiriman minyak tapi juga buat pembangkit listrik tenaga nuklir. Proyek ini digagas tujuh tahun lalu.

Kanal itu akan dimulai dari Laut Arab dan bakal melintasi perbatasan Oman dan Yaman sebelum berakhir di Rub al-Khali, gurun pasir terbesar kedua di dunia dan terletak di Arab Saudi dengan luas 600 ribu kilometer persegi. "Kanal itu akan memiliki panjang seribu kilometer," kata Hakim.

Dia menjelaskan sejumlah kanal juga akan dibangun di Arab Saudi dan dihubungkan dengan kanal besar itu. Pembangkit listrik bakal didirikan di tiap kanal kecil untuk memproduksi tidak lebih dari 50 gigawatt. Listrik dan air hasil penyulingan bakal dialirkan ke permukiman dan lahan-lahan pertanian.

Selain kota-kota modern, juga akan dibangun resor-resor wisata di Rub al-Khali. Pertanian dengan sistem rumah kaca, perikanan, dan peternakan juga bakal melengkapi wilayah itu. "Proyek ini akan mengubah Rub al-Khali, kini wilayah dibiarkan begitu saja, menjadi sumber pangan Arab Saudi dan pusat penyuplai energi," ujar Hakim.

Menurut hasil studi, sepuluh pembangkit listrik bertenaga nuklir bakal dibangun di kanal-kanal. Juga akan didirikan panel-panel surya nantinya untuk menggantikan ketergantungan atas pembangkit listrik tenaga nuklir.

Di Rub al-Khali juga bakal didirikan pabrik-pabrik raksasa untuk menghasilkan kendaraan berat dan ringan, kapal berkecepatan menengah dan tinggi, truk, serta panel surya. Di sana juga akan berdiri dua bandar udara buat transportasi orang dan barang.

"Proyek itu juga akan mengubah Arab Saudi menjadi eksportir beragam produk, dari statusnya sekarang sebagai negara konsumen," tutur Hakim.  

Fasilitas milik Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

IPO Aramco hanya akan lepas dua persen saham

Diperkirakan bisa meraup dana Rp 567,5 triliun.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Saudi paksa keluarga supertajir beli saham Aramco saat IPO

Pangeran Al-Walid bin Talal termasuk yang ditekan untuk membeli saham Aramco.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir (tengah dan berkemeja batik biru) berpose bareng Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik usai pertemuan di Jakarta, 7 Juli 2017. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi rugi Rp 28 triliun karena Aramco diserang

Insiden itu mengakibatkan produksi minyak 5,7 juta barel sehari terhenti. An

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco secara resmi umumkan rencana IPO bulan depan

Sejumlah sumber memperkirakan pengumuman itu keluar pada 20 Oktober.





comments powered by Disqus