bisnis

Arab Saudi akan ambil pinjaman US$ 10 miliar dari bank asing bulan ini

Pinjaman itu berasal dari bank di Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan Cina.

22 April 2016 02:29

Arab Saudi akan mengambil pinjaman US$ 10 miliar dari sejumlah bank asing bulan ini, untuk mengurangi defisit anggaran akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Mengutip tiga orang sumber mengetahui rencana itu, Bloomberg News melaporkan Rabu lalu, pinjaman ini bakal menjadi utang luar negeri pertama dalam 15 tahun belakangan bagi negara pengkspor minyak terbesar di dunia itu.

Perjanjian utang berjangka waktu lima tahun itu diperkirakan diteken akhir bulan ini. Pinjaman itu berasal dari bank di Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan Cina.

Sejumlah lembaga memang telah mengurangi peringkat utang Arab Saudi. Fitch Ratings awal bulan ini menurunkan peringkat kredit jangka panjang Riyadh menjadi AA- dari AA, karena dampak negatif besar dari merosotnya harga minyak dunia.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (alriyadh.com)

Arab Saudi defisit Rp 125 triliun di kuartal kedua tahun ini

Ketimbang periode serupa tahun lalu, pengeluaran di kuartal kedua tahun ini naik lima persen, dengan 27 persen kenaikan di belanja modal dan 71 persen untuk subsidi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

IMF prediksi Arab Saudi alami defisit 6,5 persen

IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negeri Dua Kota Suci itu tahun ini sebesar 1,9 persen.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.





comments powered by Disqus