bisnis

Sebelum harga minyak jatuh, Arab Saudi boros hingga US$ 100 miliar setahun

Belanja pemerintah Arab Saudi naik signifikan selama 2010 hingga 2014 lantaran harga minyak mentah dunia waktu di kisaran US$ 100 per barel.

24 April 2016 13:18

Muhammad asy-Syekh, penasihat keuangan Wakil Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman, mengungkapkan betapa tidak efisiennya belanja pemerintah sebelum harga minyak global melorot.

Harga emas hitam itu anjlok ke kisaran US$ 30 sebarel sejak pertengahan 2014.

"Perkiraan terbaik saya antara US$ 80 sampai US$ 100 miliar inefisiensi pengeluaran tiap tahun," kata Muhammad dalam wawancara khusus dengan Bloomberg. Jumlah ini setara seperempat dari anggaran belanja negara Kabah itu. Namun dia tidak menyebutkan ke mana saja dana sebesar itu dibuang.

Belanja pemerintah Arab Saudi naik signifikan selama 2010 hingga 2014 lantaran harga minyak mentah dunia waktu di kisaran US$ 100 per barel.

Anggaran belanja Saudi naik tujuh persen pada 2011, 19 persen di 2012 dan 2013, lantas 4,3 persen pada 2014.

Muhammad menambahkan sebelumnya semua kontrak bernilai di atas seratus juta riyal mesti disetujui raja, kemudian batasannya ditambah menjadi 500 juta riyal.

Dia bilang Arab Saudi bakal bangkrut hanya dalam dua tahun bila pengeluaran pemerintah terus berlanjut seperti angka di April tahun lalu.

Menteri Energi Israel Karin Elharrar, Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan Uni Emirat Arab (UEA) Mariam al-Muhairi, dan Menteri Air Yordania Muhammad an-Najjar pada 22 November 2021 di Dubai, UEA, menandatangani kerjasama pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di Yordania. (Courtesy)

UEA akan bangun PLTS di Yordania dan listriknya bakal dijual ke Israel

PLTS itu akan menghasilkan 600 megawatt listrik untuk Israel dan Yordania bakal mendapat tambahan pasokan air seratus juta meter kubik.

Pusat riset dan pengembangan produk Apple di Kota Herzliya, wilayah tengah Israel. (Courtesy)

Apple gugat produsen aplikasi sadap asal Israel

Apple meminta uang kompensasi US$ 10 juta kepada NSO Group.

Bursa Saham Arab Saudi atau Tadawul, berlokasi di Ibu Kota Riyadh. (Saudi Gazette)

Saudi Tadawul Group akan jual 30 persen sahamnya dalam IPO

Saudi Tadawul Group telah menetapkan harga per lembar sahamnya 95-105 riyal.

Proyek Oxagon, kota terapung bersegi delapan ingin dibangun Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Twitter/Screengrab)

Saudi berencana bangun kota terapung bersegi delapan

"Kenapa akhirnya saya memilih menjadi dosen ketimbang menghabiskan hari-hari saya untuk merancang kota-kota fantasi bagi putera mahkta Saudi," ujar pakar Timur Tengah Christian Henderson.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

UEA akan bangun PLTS di Yordania dan listriknya bakal dijual ke Israel

PLTS itu akan menghasilkan 600 megawatt listrik untuk Israel dan Yordania bakal mendapat tambahan pasokan air seratus juta meter kubik.

26 November 2021

TERSOHOR