bisnis

Arab Saudi umumkan Visi 2030

"Saya kira paling lambat 2020, jika minyak habis kita bisa selamat," kata Pangeran Muhammad bin Salman.

25 April 2016 21:49

Wakil Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman hari ini mengumumkan Visi Arab Saudi 2030 disiarkan televisi secara nasional.

Kepala Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan ini bilang Visi 2030 itu akan mengubah Arab Saudi menjadi kekuatan investasi global dan tidak lagi mengandalkan minyak sebagai sumber utama pendapatan negara paling lambat 2020.

"Saya kira paling lambat 2020, jika minyak habis kita bisa selamat," kata Pangeran Muhammad. "Kita memang butuh minyak, kita butuh minyak, tapi saya pikir pada 2020 kita bisa hidup tanpa minyak.

Sebagai bagian dari Visi 2030, Pangeran Muhammad menjelaskan Dana Investasi Publik telah direstrukturisasi menjadi pusat bagi investasi Saudi di luar negeri, sebagian dana itu diperoleh lewat penjualan lima persen saham perusahaan minyak dan gas negara Saudi Aramco.

"Data awal menyebutkan dana investasi itu akan mengontrol sepuluh persen lebih dari total kapasitas investasi global," ujar putra dari Raja Salman bin Abdul Aziz itu.

Dalam wawancara sebelumnya dengan Bloomberg, Pangeran Muhammad bilang Arab Saudi bakal menyiapkan dana investasi US$ 2 triliun untuk menghadapi masa setelah minyak habis.

Dalam pengumuman itu, Pangeran Muhammad mengatakan Arab Saudi bakal meluncurkan sistem kartu hijau dalam lima tahun agar ekspatriat Arab dan muslim bisa hidup dan tinggal lama di negeri Dua Kota Suci itu.

Dia juga menyinggung soal penghematan belanja negara, privatisasi, dan pengurangan subsidi. Dia menekankan pula mengenai pemberantasan korupsi.

Di hari sama, rapat kabinet dipimpin Raja Salman menyetujui Visi 2030 itu.

Rincian dari paket reformasi anggaran negara, perubahan aturan, dan inisiatif kebijakan untuk lima tahun ke depan, disebut Rencana Transformasi Nasional, akan diumumkan empat hingga enam pekan mendatang.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bani Saud keluarga paling tajir keempat sejagat

Bani Saud, terdiri dari 15 ribu anggota mulai bayi hingga lanjut usia, menguasai kekayaan berjumlah Rp 1.422,3 triliun.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

IPO Aramco dijadwalkan tahun depan

Waktu pelaksanaan IPO bergantung pada kondisi pasar, jumlah saham akan dilepas, dan pengambilalihan Aramco atas mayoritas saham perusahaan petrokimia SABIC dari PIF (Dana Investasi Pemerintah).

Daftar produk Turki diserukan untuk diboikot di Arab Saudi. (Twitter)

Aktivis Saudi serukan boikot semua produk Turki

Para aktivis Arab Saudi itu menegaskan kampanye boikot produk Turki ini untuk menghukum Erdogan lantaran terlalu mencampuri urusan dalam negeri Saudi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman beli aplikasi penyadap telepon seluler dari Israel seharga US$ 55 juta

Dalam sebuah pertemuan, perwakilan Israel menolak permintaan Arab Saudi untuk membongkar identitas pengguna sebuah akun Twitter antirezim.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Trump jatuhkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran

Amerika bakal mengirim tambahan pasukan serta peralatan sistem pertahanan udara dan peluru kendali ke Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan negara Kabah itu.

21 September 2019

TERSOHOR