bisnis

Qatar akan biarkan harga bensin dan solar fluktuatif mulai bulan depan

Januari lalu, pemerintah Qatar menaikkan harga jual bensin hingga 30 persen tapi tetap termasuk paling rendah di dunia.

27 April 2016 10:18

Mulai bulan depan, Qatar akan membiarkan harga bensin dan solar fluktuatif mengikuti harga pasar. Kebijakan penghapusan subsidi terhadap bahan bakar kendaraan bermotor ini untuk mengurangi defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Saat ini harga bahan bakar tetap di level terendah. Namun mulai bulan depan harganya akan naik turun saban bulan, seperti dilansir kantor berita resmi Qatar News Agency.

Harga bensin dan solar mendatang bakal berdasarkan sebuah formula, mencakup pula harga di pasaran global, ongkos produksi dan distribusi di dalam negeri, dan harga di kawasan. Tapi Qatar News Agency tidak menjelaskan secara rinci soal formula penentuan harga itu.

Januari lalu, pemerintah Qatar menaikkan harga jual bensin hingga 30 persen menjadi 1,30 riyal Qatar (US$ 0,357) per liter. Harga untuk bensin Superoktan 97 ini tetap termasuk termurah di dunia.

Syekh Misyaal bin Jabur ats-Tsani, ketua komisi mengurus isu bahan bakar, kemarin bilang sistem baru itu bukan berarti perlu menetapkan harga jual domestik lebih tinggi, tapi bisa naik dan turun sesuai harga di pasaran global.

Fathir (kanan) dan Raja berpose di depan lambang Qatar dalam acara National Day of Qatar di Hotel Raffles, Jakarta, 18 Desember 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar diprediksi defisit lebih dari US$ 7 miliar pada 2018

Setelah 15 tahun mengalami surplus, Qatar untuk pertama kali mendapat defisit tahun lalu senilai US$ 12 miliar.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Qatar berencana terbitkan obligasi internasional senilai US$ 9 miliar

Abu Dhabi pekan lalu menjual obligasi senilai US$ 10 miliar, tidak lama setelah Arab Saudi meraup US$ 12,5 miliar dari penerbitan obligasi internasional ketiganya.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Defisit Qatar tahun ini diprediksi US$ 7,8 miliar

Pemerintah akan menyetujui kontrak baru senilai US$ 13 miliar tahun ini, berfokus pada proyek-proyek insfrastruktur, transportasi, dan yang berkaitan dengan persiapan Piala Dunia 2020.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Travel Magma)

Qatar proyeksikan tahun depan defisit US$ 7,8 miliar

Negara penghasil gas terbesar sejagat itu tahun ini memproyeksikan defisit US$ 12,8 miliar, yang pertama dalam 15 tahun terakhir.





comments powered by Disqus