bisnis

Desain paviliun UEA untuk Dubai Expo 2020 berbentuk elang terbang

Dubai Expo 2020 - berlangsung selama Oktober 2020 hingga April 2021 - diperkirakan bisa menggaet 25 juta pengunjung dan peserta pameran dari 180 negara.

30 April 2016 12:05

Dewan Media Nasional hari ini bilang pihaknya telah memilih desain bikinan arsitek asal Spanyol Santiago Calatrava untuk paviliun Uni Emirat Arab (UEA) di Dubai Expo 2020. Rancangan itu berbentuk elang sedang terbang.

Paviliun UEA itu bakal menghadap ke arah Plaza Al-Wasl dan berlokasi di tengah-tengah zona pameran seluas 200 hektare. Paviliun UEA ini akan memakai lahan hingga 15 ribu meter persegi.

Dubai Expo 2020 - berlangsung selama Oktober 2020 hingga April 2021 - diperkirakan bisa menggaet 25 juta pengunjung dan peserta pameran dari 180 negara.

Desain Calatrava terpilih dalam kompetisi internasional selama tujuh bulan digelar Masdar, perusahaan energi terbarukan berkantor di Ibu Kota Abu Dhabi, UEA. Perlombaan ini diikuti sembilan perusahaan arsitektur ternama di dunia dan mereka mengirim sebelas rancangan.

Dr Sultan Ahmad al-Jabir, Menteri Negara sekaligus Kepala Dewan Media Nasional, menjelaskan desain berbentuk elang terbang itu sesuai cerita ingin disampaikan kepada dunia. Dia bilang pendiri UEA Syekh Zayid bin Sultan an-Nahyan dulu memakai ekspedisi layaknya elang untuk menyatukan semua suku hingga terbentuk negara UEA.

"Desain elang terbang itu sekarang akan menggambarkan bagaimana kami menghubungkan UEA dengan penduduk dunia," katanya. "Dan bagaimana sebagai bagian dari masyarakat global, kami mampu mencapai kemajuan lewat rekanan dan kerja sama."

Rim Ibrahim al-Hasyimi, Menteri Negara Urusan Kerja Sama Internasional dan Direktur Jenderal Dubai Expo 2020 menilai paviliun UEA bakal menjadi ikon terbesar dalam pameran itu.

Calatrava mengaku amat terhormat karena rancangannya terpilih. "Saya yakin desain final akan menjadi simbol semangat kuat dan berani dari UEA."

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco sepakati penjualan saham perusahaan jaringan pipa minyaknya senilai Rp 179,7 triliun dengan konsorsium EIG

Menurut EIG, kontrak ini memiliki total nilai ekuitas sekitar US$ 25,3 miliar.

Ekspatriat di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Izin industri di Arab Saudi akan berjangka waktu lima tahun

Kebijakan ini dibuat untuk memastikan stabilitas dan keberlangsung sektor industri di negara Kabah itu.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Butuh fulus buat bayar dividen, Aramco terbitkan sukuk dolar senilai Rp 86,9 triliun

Aramco menjanjikan dividen US$ 75 miliar setahun kepada para investor setelah melakukan IPO sebanyak 1,5 persen pada Desember 2019.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline. (Twitter/@emirates)

Emirates Airline rugi Rp 78,7 triliun karena pandemi Covid-19

Sebelum pandemi Covid-19, Emirates Airline mempekerjakan 60.033 staf, termasuk 4.300 pilot dan hampir 22 ribu kru kabin. Sekarang jumlah karyawan Emirates melorot menjadi 40.801 orang.





comments powered by Disqus