bisnis

Saudi Binladin Group berhentikan sembilan ribu ekspatriat asal Indonesia

Pekerja Indonesia eks Binladin Group di Riyadh dalam proses pemulangan.

01 Mei 2016 11:40

Dalam beberapa hari terakhir perusahaan konstruksi terbesar di Timur Tengah Saudi Binladin Group telah memecat 50 ribu pekerja asingnya, seperti dilansir surat kabar Al-Watan Jumat lalu.

Dari jumlah itu, menurut Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, sembilan ribu ekspatriat berasal dari Indonesia. "Sekitar sembilan ribu ekspatriat dari Indonesia termasuk yang diberhentikan oleh Binladin Group," kata Agus Maftuh kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp hari ini.

Perusahaan kepunyaan keluarga besar Usamah Bin Ladin, pendiri Al-Qaidah, itu tahun ini bermasalah soal gaji karyawan telat dibayarkan. Alhasil, banyak pekerja berdemonstrasi. Agus Maftuh mengungkapkan semalam terjadi kisruh di mess karyawan Binladin Group di Kota Makkah.

Dia menambahkan ekspatriat Indonesia di Riyadh telah dipecat Binladin Group itu berasal dari dua anak perusahaan, yaitu Empower dan ABCD (Divisi Arsitektur dan Konstruksi Gedung). Mereka telah mendapat gaji. "Sekarang ini mereka dalam proses pemulangan. Kita berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja Indonesia untuk mengurus asuransinya," ujar Agus Maftuh.

Binladin Group merupakan perusahaan langganan pemerintah Arab Saudi sejak negara itu lahir. Mereka menguasai proyek infrastruktur didanai pemerintah, termasuk pembangunan bandar udara, jalan, dan gedung-gedung pencakar langit.

Namun reputasi Binladin Group hancur setelah September tahun lalu sebuah derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, menewaskan 111 jamaah haji dan mencederai lebih dari 200 lainnya. Insiden itu terjadi di lokasi proyek perluasan masjid tengah dikerjakan Binladin Group.

Akibat musibah itu, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memutuskan tidak akan memberikan lagi proyek pemerintah kepada Binladin Group sebagai hukuman.

Kepada Arab News, para pekerja di proyek-proyek Binladin Group di Jeddah dan Makkah diberi empat pilihan, yakni mereka bisa tinggal di rumah tanpa digaji, keluar dan mencari pekerjaan lain di Arab Saudi, berpindah ke anak perusahaan Binladin Group lainnya, dan mengambil pesangon lalu meninggalkan negara Kabah itu.

Binladin Group terdiri dari enam perusahaan besar, termasuk ABCD dengan lebih dari 200 ribu karyawan. "Para pekerja di ABCD termasuk paling banyak diberhentikan," kata seorang insinyur di Binladin Group kini tinggal di rumah karena tidak ada proyek dikerjakan.

Ilusstrasi soal Saudi Binladin Group. (Arab News)

Binladin Group akan restrukturisasi utang sebesar Rp 287-430,5 triliun

Binladin Group telah berubah nama menjadi Binladin Group Global Holding setelah 36,22 persen sahamnya diambil alih oleh Istidama, anak usaha dari Kementerian Keuangan Arab Saudi.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Istana milik Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz di Tangier, Maroko. (Maghreb Daily News)

Puluhan ribu pekerja Binladin Group dikerahkan untuk bangun istana Raja Salman

Pembangunan istana itu selesai 1 Agustus lalu dan sudah digunakan Raja Salman buat liburan musim panas.

Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi. (Gulf Business)

Saudi Binladin Group akan kurangi staf dan berganti nama

Pemerintah Saudi sudah menguasai 35 persen saham dan mengambil alih manajemen di Binladin Group.





comments powered by Disqus