bisnis

Arab Saudi bangun seratus ribu rumah buat keluarga berpenghasilan rendah tahun depan

Februari lalu, bank sentral Arab Saudi bilang akan meluncurkan sebuah program kredit rumah murah.

02 Mei 2016 21:21

Kementerian Perumahan Arab Saudi kemarin mengumumkan tahun depan bakal membangun seratus ribu rumah bagi keluarga berpenghasilan rendah.

"Sesuai Visi Saudi 2030, seratus ribu rumah akan dibikin buat warga negara memang layak mendapat subsidi dari negara," kata Kementerian Perumahan lewat Twitter. Kementerian ini menjelaskan selama setahun ke depan, mulai 8 Mei nanti, pemerintah akan memberikan bantuan berupa tanah, vila, apartemen, rumah, dan pembiayaan kepada keluarga berpenghasilan minim

Di antara lusinan tujuan ekonomi dan sosial dalam Visi Arab Saudi 2030 adalah menaikkan tingkat kepemilikan rumah oleh warga negara Kabah itu hingga lima persen paling lambat 2020. Saat ini baru 47 persen warga Saudi mempunyai rumah.

Menurut Visi 2030 itu, target ini bisa dicapai lewat sejumlah undang-undang dan aturan pendukung. Juga mendorong sektor swasta untuk membangun rumah dan menyediakan pendanaan, penyelesaian kredit macet, dan skema kepemilikan rumah.

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Arab Saudi sudah mengambil beberapa langkah untuk menaikkan ketersediaan rumah terjangkau. Desember tahun lalu, bank sentral Arab mengeluarkan izin bagi Bidaya, perusahaan pembiayaan kepemilikan rumah.

Februari lalu, bank sentral bilang akan meluncurkan sebuah program kredit rumah murah. Pembeli cukup membayar 15 persen dari nilai rumah, 15 persen lagi oleh Kementerian Keuangan, dan 70 persennya adalah kredit dari bank komersial.

Fasilitas milik Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

IPO Aramco hanya akan lepas dua persen saham

Diperkirakan bisa meraup dana Rp 567,5 triliun.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Saudi paksa keluarga supertajir beli saham Aramco saat IPO

Pangeran Al-Walid bin Talal termasuk yang ditekan untuk membeli saham Aramco.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir (tengah dan berkemeja batik biru) berpose bareng Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik usai pertemuan di Jakarta, 7 Juli 2017. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi rugi Rp 28 triliun karena Aramco diserang

Insiden itu mengakibatkan produksi minyak 5,7 juta barel sehari terhenti. An

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco secara resmi umumkan rencana IPO bulan depan

Sejumlah sumber memperkirakan pengumuman itu keluar pada 20 Oktober.





comments powered by Disqus