bisnis

Ekspatriat Binladin Group dipecat bertambah menjadi 77 ribu

Paling tidak 12 ribu warga negara Arab Saudi bekerja di Binladin Group juga terancam kehilangan pekerjaan.

02 Mei 2016 22:57

Gelombang pemecatan terhadap karyawan Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi terbesar kedua di dunia, terus berlanjut.

Mengutip seorang sumber dalam perusahaan, surat kabar Al-Watan menulis hingga hari ini jumlah ekspatriat telah diberhentikan mencapai 77 ribu orang. Paling tidak 12 ribu warga negara Arab Saudi bekerja di Binladin Group juga terancam kehilangan pekerjaan.

Kepada Albalad.co kemarin, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel bilang sembilan ribu ekspatriat asal Indonesia juga termasuk yang diberhentikan dari Binladin Group.

Ribuan pekerja Binladin Group sejak beberapa pekan lalu telah berunjuk rasa menuntut gaji mereka segera dibayar. Sebagian dari mereka mengaku belum menerima upah paling tidak empat bulan.

Koran terbitan Saudi lainnya, Okaz, melaporkan karyawan Binladin Group warga asli Saudi diberi dua pilihan, yakni menunggu hingga gaji mereka dilunasi atau keluar dengan pesangon dua bulan gaji.

Binladin Group merupakan perusahaan langganan pemerintah Arab Saudi sejak negara itu lahir. Mereka menguasai proyek infrastruktur didanai pemerintah, termasuk pembangunan bandar udara, jalan, dan gedung-gedung pencakar langit.

Namun reputasi Binladin Group hancur setelah September tahun lalu sebuah derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, menewaskan 111 jamaah haji dan mencederai lebih dari 200 lainnya. Insiden itu terjadi di lokasi proyek perluasan masjid tengah dikerjakan Binladin Group.

Akibat musibah itu, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memutuskan tidak akan memberikan lagi proyek pemerintah kepada Binladin Group sebagai hukuman.

Ilusstrasi soal Saudi Binladin Group. (Arab News)

Binladin Group akan restrukturisasi utang sebesar Rp 287-430,5 triliun

Binladin Group telah berubah nama menjadi Binladin Group Global Holding setelah 36,22 persen sahamnya diambil alih oleh Istidama, anak usaha dari Kementerian Keuangan Arab Saudi.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Istana milik Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz di Tangier, Maroko. (Maghreb Daily News)

Puluhan ribu pekerja Binladin Group dikerahkan untuk bangun istana Raja Salman

Pembangunan istana itu selesai 1 Agustus lalu dan sudah digunakan Raja Salman buat liburan musim panas.

Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi. (Gulf Business)

Saudi Binladin Group akan kurangi staf dan berganti nama

Pemerintah Saudi sudah menguasai 35 persen saham dan mengambil alih manajemen di Binladin Group.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Trump jatuhkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran

Amerika bakal mengirim tambahan pasukan serta peralatan sistem pertahanan udara dan peluru kendali ke Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan negara Kabah itu.

21 September 2019

TERSOHOR