bisnis

Arab Saudi berlakukan VAT mulai 2018

Enam negara anggota GCC telah sepakat bakal memberlakukan VAT sebesar lima persen.

05 Mei 2016 10:21

Arab Saudi tidak berencana memberlakukan pajak pendapatan atas individu, namun menurut Menteri Keuangan Arab Saudi Ibrahim al-Assaf, negara Kabah ini akan menerapkan VAT (pajak pertambahan nilai) mulai 2018.

Lewat keterangan tertulis, Assaf menjelaskan keputusan buat memberlakukan VAT telah disepakati dalam pertemuan para menteri keuangan negara anggota GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) beranggotakan Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Oman di Ibu Kota Riyadh.

Assaf bilang keputusan buat memberlakukan VAT di enam negara Arab Teluk itu diambil oleh Dewan Tertinggi GCC awal tahun ini. Lembaga itu setuju VAT akan mulai dilaksanakan pada 2018.

Dalam wawancara khusus dengan majalah the Economist Januari lalu, Wakil Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengatakan negaranya tidak berniat menerapkan pajak pendapatan atau pajak kekayaan. "Kami membahas soal pajak atau biaya memang disetujui oleh warga negara, termasuk VAT dan pajak atas barang-barang tidak menyehatkan," katanya.

Sesuai kesepakatan, enam negara anggota GCC bakal memberlakukan VAT hingga lima persen. Pajak ini bakal dikenakan terhadap 95 jenis makanan dan berlaku bagi semua warga negara dan penduduk. Layanan kesehatan, pendidikan, dan sosial tidak termasuk dalam VAT.

Penerapan VAT merupakan reformasi ekonomi terbesar pernah dilakoni enam negara anggota GCC, memang tidak memberlakukan pajak pendapatan. Kebijakan ini diambil sebagai salah satu cara untuk mengurangi defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Meenurut sejumlah analisa, pemberlakukan VAT sebesar lima persen bisa menghasilkan pendapatan 0,8-1,6 persen dari produk domestik bruto.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco sepakati penjualan saham perusahaan jaringan pipa minyaknya senilai Rp 179,7 triliun dengan konsorsium EIG

Menurut EIG, kontrak ini memiliki total nilai ekuitas sekitar US$ 25,3 miliar.

Ekspatriat di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Izin industri di Arab Saudi akan berjangka waktu lima tahun

Kebijakan ini dibuat untuk memastikan stabilitas dan keberlangsung sektor industri di negara Kabah itu.

Jet pribadi Challenger 604 terbang dari Ibu Kota Tel Aviv, Israel, mendarat di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 22 Oktober 2019. (Flightradar24)

Mulai besok, tarif VAT di Arab Saudi naik jadi 15 persen

Arab Saudi bareng UEA pertama kali memberlakukan VAT senilai lima persen sejak 1 Januari 2018.





comments powered by Disqus