bisnis

Indonesia masuk dalam rencana ekspansi Saudi Aramco

Para pejabat Aramco mengatakan Arab Saudi telah menemukan total cadangan minyak 805,6 miliar barel.

15 Mei 2016 00:42

Selain akan melakukan IPO (penjualan saham perdana) sebesar lima persen, Saudi Aramco berencana melakoni ekspansi global. Indonesia masuk dalam rencana itu.

Kepada rombongan wartawan Selasa lalu berkunjung ke kantor pusat Aramco di Kota Dhahran, sekitar 416 kilometer sebelah timur Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, CEO Aramco Amin Nasir menjelaskan rencana ekspansi global ke Asia dan Amerika Utara itu bakal dilaksanakan lewat pembentukan perusahaan patungan.

"Melihat keadaan pasar sekarang, meski ada tantangan kami melihat ada kesempatan bagus untuk mengembangkan usaha," kata Nasir. Dia menambahkan Aramco bakal melebarkan sayapnya di Amerika Serikat, India, Indonesia, Vietnam, dan Cina.

Dalam Visi 2030 diumumkan bulan lalu, Wakil Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman bilang Aramco bakal memainkan peran penting dalam membangun proyek-proyek industri, buat mengurangi ketergantungan sumber pendapatan pada minyak. Dia memperkirakan IPO Aramco menghasilkan fulus paling tidak US$ 2 triliun. Dana ini akan dipakai untuk investasi di luar negeri.

Para pejabat Aramco mengatakan Arab Saudi telah menemukan total cadangan minyak 805,6 miliar barel. Dari jumlah itu, 141,5 miliar barel telah diproduksi dan 260 miliar barel lainnya adalah cadangan terbukti.

Nasir mengatakan permintaan minyak mentah global tahun ini tumbuh hingga 1,2 juta barel sehari, dengan kenaikan permintaan di Amerika Serikat dan India. "Kami akan memenuhi permintaan atas minyak produksi Saudi Aramco," ujarnya.

Bahkan kalau memang diperlukan, menurut dia, Aramco bakal menaikkan kapasitas produksi, saat ini di angka 12 juta barel per hari dari total kapasitas 12,5 juta barel tiap hari. Nasir mengungkapkan Arab Saudi tahun lalu menghasilkan rata-rata 10,2 juta barel minyak sehari.

Saudi Aramco. (Saudi Gazette)

Aramco raup laba bersih Rp 367 triliun di kuartal kedua

Kalau dilihat dari semester pertama tahun ini, laba bersih Aramco meningkat 103 persen dibanding periode serupa tahun tahun lalu, yakni Rp 679,6 triliun.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco sepakati penjualan saham perusahaan jaringan pipa minyaknya senilai Rp 179,7 triliun dengan konsorsium EIG

Menurut EIG, kontrak ini memiliki total nilai ekuitas sekitar US$ 25,3 miliar.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Butuh fulus buat bayar dividen, Aramco terbitkan sukuk dolar senilai Rp 86,9 triliun

Aramco menjanjikan dividen US$ 75 miliar setahun kepada para investor setelah melakukan IPO sebanyak 1,5 persen pada Desember 2019.

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.





comments powered by Disqus