bisnis

Fulus US$ 4 miliar hilang dari Bank Sentral Yaman

Yaman terancam bangkrut akibat konflik bersenjata berkepanjangan.

18 Mei 2016 10:45

Fulus sebanyak US$ 4 miliar hilang dari Bank Sentral Yaman, berlokasi di wilayah dikuasai milisi Al-Hutiyun di Ibu Kota Sanaa.

Menteri Luar Negeri Yaman Abdil Malik al-Mikhlafi bilang kepada wartawan, negaranya terancam bangkrut akibat konflik bersenjata berkepanjangan. Namun dia tidak menuding pihak mana bertanggung jawab atas hilangnya duit US$ 4 miliar itu dan bagaimana hal ini bisa terjadi.

MIkhlafi mengatakan perang antara pemerintah dukungan Arab Saudi dan pemberontak Al-Hutiyun sokongan Iran telah memicu krisis kemanusiaan di negara termiskin di Semenanjung Arab itu.

Pertempuran sejak Maret tahun lalu itu, menurut perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa, telah menewaskan lebih dari 6.400 orang dan memaksa 2,8 juta lainnya mengungsi.

Runyamnya situasi keamanan di Yaman telah dimanfaatkan oleh Al-Qaidah dan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) untuk mengkonsolidasikan kekuatan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpose bareng anjing peliharaan keluarganya, Kaiya, di kediaman resminya di Yerusalem. (@netanyahu/Twitter)

Netanyahu luncurkan bantuan uang tunai bagi warga terdampak Covid-19

Warga Israel bekerja serabutan akan menerima bantuan fulus hingga Rp 31,2 juta.

Ibu Kota Manama, Bahrain. (George Mathew/Flickr)

Bahrain tanggung 50 persen gaji semua warganya bekerja di perusahaan swasta

Bahrain juga menggratiskan tarif listrik dan air bagi warganya. Kebijakan ini sudah berlangsung sejak April lalu.

Deretan pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (@emirates/Twitter)

Jumlah karyawan Emirates dipecat bisa bertambah menjadi sembilan ribu orang

Maskapai asal Dubai ini sudah memberhentikan enam ribu staf sejak muncul pandemi Covid-19 Maret lalu.

Pompa bensin di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Harga bensin di Arab Saudi naik lagi

Pada April dan Mei lalu harga bensin di negara Kabah itu melorot. 





comments powered by Disqus