bisnis

Fulus US$ 4 miliar hilang dari Bank Sentral Yaman

Yaman terancam bangkrut akibat konflik bersenjata berkepanjangan.

18 Mei 2016 03:45

Fulus sebanyak US$ 4 miliar hilang dari Bank Sentral Yaman, berlokasi di wilayah dikuasai milisi Al-Hutiyun di Ibu Kota Sanaa.

Menteri Luar Negeri Yaman Abdil Malik al-Mikhlafi bilang kepada wartawan, negaranya terancam bangkrut akibat konflik bersenjata berkepanjangan. Namun dia tidak menuding pihak mana bertanggung jawab atas hilangnya duit US$ 4 miliar itu dan bagaimana hal ini bisa terjadi.

MIkhlafi mengatakan perang antara pemerintah dukungan Arab Saudi dan pemberontak Al-Hutiyun sokongan Iran telah memicu krisis kemanusiaan di negara termiskin di Semenanjung Arab itu.

Pertempuran sejak Maret tahun lalu itu, menurut perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa, telah menewaskan lebih dari 6.400 orang dan memaksa 2,8 juta lainnya mengungsi.

Runyamnya situasi keamanan di Yaman telah dimanfaatkan oleh Al-Qaidah dan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) untuk mengkonsolidasikan kekuatan.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco sepakati penjualan saham perusahaan jaringan pipa minyaknya senilai Rp 179,7 triliun dengan konsorsium EIG

Menurut EIG, kontrak ini memiliki total nilai ekuitas sekitar US$ 25,3 miliar.

Ekspatriat di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Izin industri di Arab Saudi akan berjangka waktu lima tahun

Kebijakan ini dibuat untuk memastikan stabilitas dan keberlangsung sektor industri di negara Kabah itu.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Butuh fulus buat bayar dividen, Aramco terbitkan sukuk dolar senilai Rp 86,9 triliun

Aramco menjanjikan dividen US$ 75 miliar setahun kepada para investor setelah melakukan IPO sebanyak 1,5 persen pada Desember 2019.





comments powered by Disqus