bisnis

Presiden terima Pangeran Al-Walid di Istana Bogor besok sore

Orang terkaya nomor 41 sejagat ini berencana berinvestasi di Indonesia.

21 Mei 2016 20:46

Presiden Joko Widodo besok sore di Istana Bogor dijadwalkan menerima kunjungan Pangeran Al-Walid bin Talal, orang Arab paling tajir di Timur Tengah.

"Dia besok sore diterima Presiden di Istana Bogor," kata Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp malam ini. Dia menambahkan pemilik konglomerasi Kingdom Holding Company itu berencana berinvestasi di Indonesia.

Pangeran Al-Walid, 61 tahun, adalah orang terkaya nomor 41 di dunia versi majalah Forbes tahun ini. Keponakan dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan berharta US$ 18,6 miliar itu melorot posisinya, tahun lalu di peringkat ke-34.

Agus Maftuh memperkirakan Pangeran Al-Walid tiba di Bali semalam. "Dia punya banyak properti di Bali," ujarnya. Namun Agus Maftuh mengaku tidak tahu di mana sang pangeran menginap di Pulau Dewata itu.

Pangeran Al-Walid Ramadan tahun lalu menghebohkan dunia setelah mengumumkan bakal menyumbangkan seluruh kekayaannya bagi peradaban dan kemanusiaan.

Konglomerat asal Arab Saudi Pangeran Al-Walid bin Talal. (Arab News)

Pangeran Al-Walid cari pinjaman sebesar Rp 13 triliun

Konglomerat ritel fesyen, Fawaz Abdul Aziz al-Hokair - dibebaskan bareng Pangeran Al-Walid - juga mencari pinjaman senilai Rp 29,3 triliun.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi. (Gulf Business)

Pangeran Al-Walid jual sahamnya di Hotel Four Seasons Damaskus

Pangeran Al-Walid menjual sahamnya di Hotel Fur Seasons Beirut senilai Rp 1,4-1,6 triliun.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal di ruang kerjanya di gedung Kingdom Tower, Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Pangeran Al-Walid kembali bekerja setelah dibebaskan dari tahanan

Tidak diketahui berapa harga dibayar Pangeran Al-Walid untuk menebus kebebasannya.

Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi. (Arab News)

Direktur keuangan di perusahaan milik Pangeran Al-Walid berhenti

Muhammad Fakhri sudah lima tahun bekerja di Kingdom Holding Company.





comments powered by Disqus